Kabut Asap Karhutla di Kalbar Picu Kenaikan Kasus ISPA dan Pneumonia

13 September 2026 18:04

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Barat berdampak buruk pada kesehatan masyarakat. Rumah Sakit Bhayangkara Pontianak mencatat adanya peningkatan kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pneumonia sebesar 10 hingga 20 persen.

"10 sampai 20 persen kami setiap hari itu ada menerima lonjakan untuk penyakit ISPA dan pneumoni." kata Karumkit RS Bhayangkara Kalbar, Kombes Pol drg. Josep, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Minggu, 13 September 2026.

Peningkatan kasus gangguan pernapasan tersebut terjadi baik pada layanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) maupun poliklinik spesialis, khususnya spesialis paru. Selain pasien yang datang langsung, RS Bhayangkara Pontianak juga menerima banyak rujukan dari Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Mayoritas pasien yang mengalami keluhan pernapasan berasal dari kelompok rentan, yakni anak-anak dan lanjut usia (lansia). Kelompok lansia dinilai paling rentan karena sebagian besar telah memiliki penyakit pencetus sebelumnya seperti sesak napas, yang kemudian memburuk akibat pekatnya kabut asap di wilayah Pontianak dan Kalimantan Barat pada umumnya.
 



Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Bhayangkara Kalbar, Kombes Pol drg. Josep, mengungkapkan bahwa penderita ISPA umumnya mengeluhkan gejala awal pada saluran pernapasan atas, seperti tenggorokan gatal dan pilek. Namun, apabila kondisi penyakit telah berkembang menjadi pneumonia atau peradangan pada rongga paru, pasien wajib mendapatkan perawatan intensif di ruang rawat inap.

"Tentu kalau ISPA, pasien pertama area saluran pernapasan atas, dia akan merasa ada gejala seperti tenggorokan gatal, pilek seperti itu. Dan kita juga banyak menerima rujukan dari Puskesmas atau FKTP yang dirujuk ke Rumah Sakit Bhayangkara, begitu juga di poli spesialis ke poli spesialis paru. Tetapi bila sudah sampai ke pneumoni atau radang di rongga paru, ini pasien sudah pasti harus dirawat di ruang rawat inap," ucap Josep.

Menghadapi lonjakan pasien yang terjadi setiap hari, pihak RS Bhayangkara Kalbar telah menyiagakan tenaga kesehatan, ruang perawatan, hingga peralatan medis.

Pihak rumah sakit juga mengimbau masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, serta telah membangun sinergi dengan rumah sakit lain guna mengantisipasi apabila kapasitas penampungan pasien di RS Bhayangkara penuh.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X