3.028 Warga Pekanbaru Terserang ISPA 2 Pekan Terakhir

Foto udara kebakaran lahan di Kabupaten Kubu Raya, Kalbar (ANTARA/HO : Walhi Kalbar)

3.028 Warga Pekanbaru Terserang ISPA 2 Pekan Terakhir

Rudi Kurniawansyah • 11 September 2026 17:42

Pekanbaru: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru mencatat 3.028 warga mengalami Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dalam dua pekan terakhir. Kondisi tersebut terjadi saat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Data kasus ISPA tersebut dihimpun dari 21 puskesmas yang tersebar di wilayah Kota Pekanbaru. Masyarakat pun diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama ketika melakukan aktivitas di luar ruangan.

Sekretaris Dinkes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, meminta masyarakat menggunakan perlindungan diri untuk mengurangi paparan udara yang terdampak kabut asap.

"Warga diminta untuk tetap menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan," kata Dedy Sambudi, Jumat, 11 September 2026.

Dedy menjelaskan, kabut asap akibat karhutla masih terlihat di langit Kota Pekanbaru. Asap yang menyelimuti wilayah tersebut disebut berasal dari asap kiriman.

Di tengah kondisi kualitas udara yang belum sepenuhnya membaik, Dinkes Pekanbaru bersama sejumlah pihak terkait terus melakukan langkah perlindungan bagi masyarakat. Salah satu upaya yang dilakukan ialah membagikan masker secara gratis.
 


Hingga saat ini, sekitar 11 ribu masker telah dibagikan kepada masyarakat selama kabut asap karhutla melanda Pekanbaru.

Pembagian masker tidak hanya ditujukan untuk membantu mengurangi paparan udara yang tidak sehat. Langkah tersebut juga menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi kesehatan selama kabut asap masih berlangsung.

Dedy menyebut dampak paparan udara akibat kabut asap dapat dirasakan oleh berbagai kelompok usia. "Yang terdampak ISPA ada balita, anak-anak hingga lansia," ujarnya.


Ilustrasi kabut asap tebal


Dinkes Kota Pekanbaru memastikan pembagian masker gratis akan terus dilakukan selama kualitas udara masih berada dalam kondisi tidak sehat.

Selain masker, Dinkes juga telah menyiapkan persediaan obat-obatan di 21 puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru. Persediaan tersebut disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan bagi masyarakat selama kondisi kabut asap.

"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan tetap dapat memperoleh penanganan di tengah kondisi kabut asap," tutupnya.

(Whisnu M)