Dedi Mulyadi Ungkap Biang Kerok Banjir Dayeuhkolot

15 April 2026 15:59

Bandung: Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti banjir yang masih merendam wilayah Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung. Ia menilai bencana tersebut dipicu oleh alih fungsi lahan serta perubahan tata ruang yang tidak terkendali.

Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung pada terganggunya sistem resapan air hingga menyebabkan banjir yang bahkan memutus akses penghubung antara Kota Bandung dan Kabupaten Bandung.

Dedi Mulyadi menegaskan, penanganan banjir tidak cukup dilakukan secara sementara, melainkan harus menyentuh akar persoalan, terutama terkait tata ruang dan pengelolaan lingkungan.
 



“Ya, satu, tata ruang Kabupaten Bandung berubah. Yang kedua, sungai-sungainya harus segera dinormalisasi. Yang ketiga, hulu sungainya harus direhabilitasi menjadi lahan hijau,” ujar Dedi.

Ia juga mengingatkan pentingnya menghentikan alih fungsi lahan produktif menjadi kawasan permukiman maupun bangunan komersial.

“Yang keempat, perubahan lahannya jangan terus terjadi. Sawah terus dibikin bangunan, perumahan, segala macam. Itu yang harus dilakukan,” lanjutnya.

Selain itu, Dedi menekankan perlunya penataan ulang kawasan bantaran sungai. Ia menyebut, keberadaan permukiman di area tersebut menjadi salah satu faktor yang memperparah dampak banjir.

“Kalau tidak dilakukan, itu tidak bersifat jangka panjang, tidak akan berhasil. Soalnya, berikutnya adalah rumah-rumah di bantaran sungainya harus dialihkan,” tegasnya.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat, lanjut Dedi, akan mendorong langkah-langkah konkret seperti normalisasi sungai dan rehabilitasi kawasan hulu sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Bandung Raya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)