Dedi Mulyadi Beberkan Fokus Pembangunan Jabar, Layanan Publik Jadi Utama

15 April 2026 15:41

Bandung: Pemerintah Provinsi Jawa Barat menetapkan peningkatan pelayanan publik sebagai fokus utama pembangunan daerah. Hal ini disampaikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) di Gedung Pakuan, Rabu, 15 April 2026.

Dedi menegaskan, prioritas pembangunan diarahkan pada sektor-sektor yang langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur.

Di sektor pendidikan, Pemprov Jawa Barat menargetkan seluruh anak dapat mengenyam pendidikan hingga tingkat SMA. Pemerintah juga menyiapkan skema subsidi bagi masyarakat kurang mampu agar tetap dapat mengakses pendidikan, baik di sekolah negeri maupun swasta.
 



“Dengan dua kebijakan, satu membangun ruang kelas, dua memberikan subsidi pada masyarakat miskin untuk sekolah, baik di negeri maupun swasta,” ujar Dedi.

Selain itu, peningkatan layanan kesehatan juga menjadi perhatian utama. Pemprov Jabar memastikan seluruh masyarakat memiliki akses layanan kesehatan yang merata, termasuk bagi warga yang belum terjangkau jaminan kesehatan.

“Kemudian yang kedua adalah peningkatan layanan dasar kesehatan agar seluruh rakyat Jawa Barat memiliki keterjangkauan dalam mendapat layanan ketika mereka sakit. Yang belum terjamin, tetapi kategori tidak mampu, akan dibiayai oleh Pemprov, Pemkab, dan Pemkot,” kata Dedi, menambahkan.

Di sektor infrastruktur, pembangunan jalan, irigasi, dan sarana air bersih menjadi fokus utama untuk mendukung kebutuhan dasar masyarakat serta meningkatkan konektivitas antarwilayah.

“Kemudian yang ketiga adalah layanan infrastruktur jalan, irigasi, sarana air bersih, itu menjadi fokus utama kita,” jelas Dedi.

Tak hanya itu, Pemprov Jawa Barat juga mendorong pertumbuhan sektor industri sebagai penggerak ekonomi daerah, yang didukung oleh penguatan konektivitas infrastruktur.

“Yang keempat, bagaimana mendorong pertumbuhan sektor industri karena itu menjadi penggerak ekonomi. Bagaimana tumbuh industri di berbagai wilayah dengan konektivitas dari pelabuhan, jalan tol, hingga akses lainnya,” ujar Dedi.

Dedi menambahkan, seluruh pembangunan tetap memperhatikan aspek lingkungan agar keberlanjutan tetap terjaga, termasuk menjaga kawasan desa, pesisir, dan pegunungan.

Ia juga menargetkan pada tahun 2029, konektivitas infrastruktur di Jawa Barat sudah menjangkau hingga ke desa-desa.

“Tujuannya di 2029 konektivitas sudah terbangun sampai desa. Jadi tidak ada lagi jalan-jalan desa yang buruk,” kata Dedi.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik meskipun menghadapi berbagai tantangan anggaran.

“Apapun yang dialami oleh provinsi, tidak akan menyurutkan kami untuk terus bekerja, melayani masyarakat, dan meningkatkan layanan publik,” ujarnya.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)