Dijuluki Jalur “Wajib Militer”, Seberapa Ekstrem Trekking ke Curug Cisadane?

17 April 2026 09:24

Jakarta: Aktivitas trekking ekstrem kini menjadi daya tarik tersendiri di Desa Ciwaluh, Bogor. Rute menuju Curug Cisadane bahkan kerap dijuluki sebagai jalur “wajib militer” karena medan alam liar yang menantang dan harus ditaklukkan pengunjung untuk mencapai air terjun tersebut.

Menembus Hutan dan Belasan Aliran Sungai

Para pengunjung harus menempuh jarak sekitar 14 hingga 17 kilometer pulang-pergi (PP). Berlokasi di kaki Gunung Gede Pangrango, perjalanan memakan waktu sekitar 2 hingga 3 jam untuk sekali jalan, melewati kawasan hutan yang masih termasuk wilayah Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
 

Tantangan utama dalam perjalanan ini adalah menyeberangi sedikitnya 13 aliran sungai dengan arus yang bervariasi. Selain itu, jalur yang didominasi tanjakan terjal dan bebatuan membuat trek ini dikenal sebagai salah satu yang paling sulit di kawasan Bogor.

Prosedur Keamanan dan Waktu Terbaik

Karena minimnya penunjuk arah dan tingginya risiko medan licin, pengunjung disarankan menggunakan jasa pemandu lokal. Kondisi fisik yang prima serta perlengkapan seperti sepatu khusus trekking juga menjadi hal penting untuk diperhatikan.

Pengelola setempat menetapkan batas waktu registrasi hingga pukul 10.00 WIB. Aturan ini diterapkan untuk menghindari risiko cuaca buruk, kabut tebal, serta potensi banjir bandang di aliran sungai saat hari mulai sore.

Keasrian Alam yang Jadi Daya Tarik

Meski membutuhkan usaha fisik yang tidak ringan, keindahan Curug Cisadane menjadi daya tarik utama. Air terjun yang masih alami dan suasana yang jauh dari hiruk-pikuk kota menjadikannya sebagai destinasi hidden gem bagi para pecinta alam.
 

Perjalanan panjang yang ditempuh seolah terbayar dengan pemandangan alam yang masih asri dan belum banyak terjamah.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Muhammad Fauzan)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)