MSC 2026: Siapa yang Menentukan Masa Depan Keamanan Dunia?- World In Minute

Willy Haryono • 19 February 2026 14:46

Jakarta: Konferensi Keamanan Munich atau Munich Security Conference (MSC) kembali menjadi sorotan global pada Februari 2026.

MSC merupakan forum tahunan yang digelar di Munich, Jerman, sejak 1963, bertujuan membangun dialog, meningkatkan kepercayaan, dan mencari solusi atas konflik dunia.

Tahun ini, MSC ke-62 berlangsung pada 13–15 Februari 2026, di tengah situasi global yang semakin kompleks, mulai dari konflik Ukraina hingga retaknya hubungan antara Amerika Serikat dan Eropa. Sekitar 65 pemimpin dunia dan lebih dari 100 menteri hadir untuk membahas arah kebijakan keamanan global.
 



Sorotan utama konferensi tahun ini datang dari Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio. Dalam pidatonya, Rubio menegaskan hubungan transatlantik AS-Eropa tetap kuat, menyebut Amerika sebagai “anak dari Eropa,” sekaligus menunjukkan pendekatan diplomatis yang lebih menenangkan dibanding pidato sebelumnya. Namun, ia juga menegaskan AS tetap siap membentuk aliansi baru atau bertindak independen bila diperlukan.

Berbeda dengan pidato tahun lalu yang lebih konfrontatif, kali ini MSC menyoroti perlunya kerjasama internasional untuk menghadapi tantangan keamanan global, sambil menguji kesatuan aliansi besar Barat. MSC tetap menjadi platform utama untuk diplomasi dan pengambilan keputusan strategis yang dapat mempengaruhi masa depan keamanan dunia.

Pertanyaan utama yang muncul dari MSC 2026 adalah apakah Barat akan tetap bersatu atau mulai berjalan sendiri dengan prioritas pada kepentingan nasional masing-masing negara. Konferensi ini menegaskan bahwa dinamika global terus berubah, dan diplomasi internasional akan tetap menjadi kunci dalam menjaga stabilitas dunia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)