Aksi unjuk rasa di Munich, Jerman, 14 Februari 2026. (DW)
Ratusan Ribu Massa Padati Berbagai Kota Dunia Tuntut Akhiri Rezim Iran
Riza Aslam Khaeron • 15 February 2026 11:13
Munich: Ratusan ribu orang turun ke jalan di berbagai dunia pada Sabtu, 14 Februari 2026, menuntut perubahan rezim di Iran di tengah gelombang penindasan mematikan terhadap demonstran di dalam negeri.
Aksi ini berlangsung di sela-sela Munich Security Conference di Jerman, saat para pemimpin dunia berkumpul di kota tersebut untuk menghadiri konferensi keamanan global. Unjuk rasa serupa digelar serentak di kota-kota seperti London, Athena, Melbourne, dan Tokyo.
Melansir The New York Times, sekitar 200.000 orang menghadiri demonstrasi di Munich, menurut juru bicara kepolisian kota, Tamara Djukaric.
Para peserta mengibarkan bendera Iran era pra-1979 dengan simbol singa dan matahari, membawa poster Reza Pahlavi, serta meneriakkan slogan “Ganti rezim di Iran!” Aksi tersebut digelar sehari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa perubahan pemerintahan akan menjadi hasil terbaik bagi Iran yang tengah dilanda kerusuhan berdarah.
Reza Pahlavi, putra Syah Iran yang digulingkan dan kini menjadi tokoh oposisi di pengasingan, sebelumnya menyerukan warga untuk turun ke jalan pada Jumat, 14 Februari 2026. Dalam konferensi pers di Munich, ia mengatakan pemerintah Iran “hanya sedang membeli waktu” dalam negosiasi dan meminta dukungan internasional.
“Rakyat Iran mendengar Anda mengatakan bahwa bantuan sedang dalam perjalanan, dan mereka menaruh kepercayaan kepada Anda,” ujarnya. “Tolong mereka.”
Aksi serupa juga memadati Toronto, Kanada. Mengutip CTV News, hingga 350.000 orang memenuhi ruas Yonge Street di North York pada Sabtu, 14 Februari 2026, dalam apa yang disebut polisi sebagai salah satu demonstrasi terbesar terkait Iran dalam beberapa bulan terakhir. Awalnya, kepolisian memperkirakan jumlah peserta mencapai 200.000 orang.

Aksi unjuk rasa di Toronto, Canada, 14 Februari 2026. (THE CANADIAN PRESS/Sammy Kogan)
“(Sebanyak) 200.000 adalah perkiraan jumlah orang yang hadir, dan itu angka yang besar, tetapi kami siap menghadapinya,” ujar Konstabel Viktor Sarudi sebelum aksi dimulai. Namun pada siang hari, jumlahnya disebut meningkat menjadi sekitar 350.000 orang.
Demonstran di Toronto berbaris dari selatan Steeles Avenue menuju North York Boulevard dekat Mel Lastman Square, membawa bendera merah-putih-hijau dengan lambang singa emas dan menyerukan diakhirinya represi pemerintah Iran. Aksi berlangsung relatif damai dengan satu orang ditangkap atas tuduhan penyerangan.
| Baca Juga: AS Siagakan Pengebom B-2 dan Jet F-35 di Tengah Ketegangan dengan Iran |
Di London, para peserta membawa foto anggota keluarga atau teman yang mereka klaim tewas atau ditahan dalam kerusuhan terbaru di Iran. Beberapa meneriakkan “Kematian bagi Khamenei,” merujuk pada Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Salah satu peserta, Mania Shojaei (54), mengatakan ia mengikuti aksi untuk menunjukkan solidaritas.
“Saya kecewa karena Amerika Serikat belum melakukan apa pun,” katanya.
“Trump mengatakan ia sudah ‘siap sepenuhnya.’ Kami menunggu dia melakukan sesuatu,” tambahnya.
Demonstrasi global ini terjadi setelah berminggu-minggu protes di Iran yang dimulai pada akhir Desember akibat masalah ekonomi dan berkembang menjadi gerakan nasional menentang pemerintahan ulama yang otoriter.
Aparat keamanan merespons dengan kekuatan mematikan yang menewaskan ribuan orang. Berdasarkan laporan organisasi HAM, Human Rights Activists News Agency (HRANA) per 15 Februari 2026, 7,010 orang telah dikonfirmasi tewas dalam aksi protes di Iran pada bulan Januari lalu.
Putaran baru pembicaraan nuklir antara Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan berlangsung di Jenewa, pada Selasa, 17 Februari 2026, menurut dua pejabat Amerika yang berbicara dengan syarat anonim.
Di saat bersamaan, Presiden Trump telah memerintahkan pengiriman kapal perang ke Teluk Persia sebagai sinyal kesiapan menghadapi kemungkinan kegagalan negosiasi.