Pernak-pernik 17 Agustus Berbahan Sampah Plastik Jadi Incaran

3 August 2026 11:42

Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, permintaan pernak-pernik bernuansa merah putih hasil daur ulang limbah plastik di Kampung Gunung Anyar Tengah, Surabaya, mengalami lonjakan tajam.

Berbagai hiasan, mulai dari bunga plastik hingga beragam ornamen khas Agustusan, kini menjadi buruan masyarakat. Para pengrajin yang didominasi oleh ibu-ibu Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) setempat mengaku pesanan meningkat hingga 70 persen dibandingkan hari biasa.

Jika pada bulan biasa produksi hanya dilakukan saat ada pesanan, menjelang bulan kemerdekaan ini mereka mampu memproduksi dan merampungkan sekitar 200 pernak-pernik setiap harinya.

Anik Islachah, salah satu pengrajin, menuturkan bahwa usaha ini berawal dari inisiatif sederhana mengolah kantong plastik bekas. Penjualan mulai meroket setelah ia merambah promosi melalui siaran langsung di media sosial.

"Pertamanya itu daur ulang kresek, ternyata bagus. Terus saya coba live, saya promosikan ke warga-warga, alhamdulillah penjualannya semakin meningkat. Banyak yang minta dibuatkan. Dari live itu banyak juga yang pesan dari Wonogiri dan Purbalingga," ungkap Anik dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Senin 3 Agustus 2026. 
 



Bahan baku utama kerajinan ini memanfaatkan limbah kantong plastik dan gelas air mineral bekas. Namun, akibat tingginya permintaan yang masuk, sebagian bahan baku kini terpaksa harus dibeli agar proses produksi massal tetap berjalan lancar.

Meski pembuatannya membutuhkan ketelatenan, harga produk daur ulang ini dibanderol sangat terjangkau, yakni mulai dari Rp2.250 hingga Rp7.000 per buah, bergantung pada jenis dan tingkat kerumitan desainnya.

Keunikan produk ini turut diakui oleh para pembeli. Rofik, salah satu pembeli, mengaku tertarik memesan setelah melihat hasil karya ibu-ibu Gunung Anyar Tengah yang terpasang di daerah lain.

"Modelnya unik dan cukup dikenal. Kebetulan saudara di Wonogiri juga pakai ini persis, dan hasilnya bagus saat saya lihat di video. Makanya saya tertarik untuk memasangnya juga," tutur Rofik.

Peningkatan penjualan kerajinan merah putih ini tidak hanya mendongkrak omzet usaha warga, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan yang signifikan bagi ibu-ibu PKK yang terlibat. Inisiatif ini sekaligus menjadi wujud nyata pemberdayaan ekonomi masyarakat yang selaras dengan upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan sampah plastik.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X