Proses evakuasi terhadap penumpang dan awak kapal KM Mutiara Sentosa 2 yang terbakar di perairan utara Sumenep, Jawa Timur, terus dikebut oleh tim SAR gabungan. Hingga Minggu siang, tercatat 218 orang berhasil diselamatkan, 4 orang tewas, dan puluhan lainnya masih dalam pencarian.
Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, menyatakan bahwa berdasarkan data terbaru, total korban yang sudah terevakuasi berjumlah 222 orang.
“Dari total yang sudah dievakuasi, 218 orang dinyatakan selamat dan 4 orang meninggal dunia,” kata Kepala Kantor SAR Surabaya, Nanang Sigit, dikutip dari tayangan Breaking News Metro TV, Minggu, 2 Agustus 2026.
49 Orang Masih dalam Pencarian
Merujuk pada manifes kapal yang mencatat total 271 orang di atas kapal, Nanang menyebut masih ada sekitar 49 orang yang belum ditemukan. Tim
SAR kini memfokuskan pencarian di sekitar area kapal, terutama bagi para korban yang melompat ke laut saat api mulai membesar.
"Di anjungan kapal sudah tidak terlihat lagi ada korban. Saat ini kami lebih fokus mengevakuasi korban-korban yang sudah melompat ke dalam air," ucapnya.
Tantangan Evakuasi: Gelombang Tinggi dan Hawa Panas
Dalam upaya penyelamatan ini, tim SAR mengerahkan sedikitnya tujuh kapal bantuan, di antaranya TB Hasnur 26, Prakasa Mas, Meratus Pematang Siantar, Meratus Project 3, Transko Arafura, KN SAR Permadi, serta KRI Nala milik TNI Angkatan Laut.
Meski operasi berjalan lancar, tim di lapangan menghadapi tantangan alam yang cukup berat. Nanang menjelaskan bahwa tinggi gelombang, kecepatan angin, serta kondisi bangkai kapal yang masih mengeluarkan asap pekat dan hawa panas menjadi kendala utama.
"Kami juga harus ekstra hati-hati karena kondisi psikis para korban atau survivor sedang dalam kondisi syok dan panik. Hal ini bisa berisiko fatal jika proses pemindahan ke kapal bantuan tidak dilakukan dengan penuh kehati-hatian," jelas Nanang.
Evakuasi Diarahkan ke Surabaya dan Kalianget
Terkait tujuan akhir evakuasi, tim SAR telah menyiapkan dua skenario. Prioritas utama adalah membawa para korban selamat menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dengan pengawalan dari KN SAR Permadi dan KRI Nala. Namun, bagi korban yang membutuhkan penanganan medis segera atau dalam kondisi darurat khusus, akan langsung dilarikan ke Pelabuhan Kalianget, Sumenep.
Mengenai penyebab kebakaran, pihak SAR menyatakan fokus utama saat ini masih pada penyelamatan jiwa. Identifikasi pemicu api nantinya akan dilakukan oleh tim penyidik dari
KNKT dan Marine Inspector setelah proses
evakuasi selesai.
Tim SAR gabungan berkomitmen untuk terus melakukan pencarian hingga malam hari jika kondisi cuaca dan pencahayaan memungkinkan. "Jika cuaca memungkinkan, pencarian di laut akan tetap kami lanjutkan meski di malam hari," ucapnya.