Jakarta: Kericuhan antar mahasiswa terjadi di lingkungan kampus Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh, Kamis, 21 Mei 2026. Bentrokan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Pertanian tersebut diduga merupakan imbas konflik pasca aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Aceh pada 18 Mei 2026 lalu.
Keributan bermula saat sekitar 70 mahasiswa Fakultas Pertanian mendatangi area Fakultas Teknik dan melakukan penyerangan terhadap sejumlah mahasiswa teknik. Akibat kejadian tersebut, beberapa mahasiswa dilaporkan mengalami luka-luka dan sejumlah fasilitas kampus mengalami kerusakan.
Tidak terima dengan aksi tersebut, ratusan mahasiswa Fakultas Teknik kemudian melakukan aksi balasan ke area Fakultas Pertanian. Dalam insiden itu, pos satpam dan Gedung D3 Pertanian Lama dilaporkan terbakar.
Selain itu, tiga unit sepeda motor dan satu unit mobil ikut terbakar. Sejumlah fasilitas gedung di kawasan kampus juga mengalami kerusakan akibat bentrokan antar kelompok mahasiswa tersebut.
Meski sempat memanas, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Saat aksi balasan terjadi, massa dari Fakultas Pertanian disebut telah meninggalkan lokasi.
Petugas kepolisian bersama instansi terkait langsung melakukan pengamanan dan monitoring di lokasi kejadian. Empat unit mobil pemadam kebakaran juga diterjunkan untuk memadamkan api yang membakar sejumlah fasilitas kampus.
Pada Kamis pagi, situasi di lingkungan kampus dilaporkan mulai kondusif. Pihak terkait mendorong dilakukannya mediasi dan pengamanan terpadu guna mencegah terjadinya konflik susulan di lingkungan Universitas Syiah Kuala.
Nah, peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa konflik di lingkungan pendidikan seharusnya diselesaikan melalui dialog dan mediasi, bukan aksi kekerasan yang justru merugikan banyak pihak serta merusak fasilitas kampus.