BPJPH Borong Dua Penghargaan ITAY Award 2026, Targetkan RI Jadi Pusat Halal Dunia

25 February 2026 12:37

Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus menunjukkan kinerja signifikan dalam memperkuat ekosistem halal nasional. Atas kinerja dan transformasi layanan publik yang dijalankan, BPJPH berhasil menyabet dua penghargaan bergengsi dalam ajang Indonesia Top Achievement of the Year (ITAY) 2026.

Dalam malam penganugerahan tersebut, BPJPH dianugerahi penghargaan Excellence in Public Service Transformation of the Year untuk kategori lembaga. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas keberhasilan BPJPH dalam meningkatkan akses, efisiensi, serta transparansi proses sertifikasi halal melalui berbagai inovasi digitalisasi layanan, penyederhanaan proses hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

Tidak hanya lembaga, apresiasi juga diberikan kepada Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, yang menerima penghargaan sebagai Best Leader of Change in Public Service Transformation 2026. Kepemimpinan Haikal Hasan dinilai sukses mendorong percepatan transformasi layanan sertifikasi halal, sekaligus memastikan implementasi kebijakan berjalan adaptif di tengah dinamika kebutuhan pelaku usaha.

Hingga saat ini, BPJPH tercatat telah mensertifikasi hampir 12 juta produk di seluruh Indonesia. Capaian ini mencerminkan tingginya partisipasi pelaku usaha, mulai dari skala mikro dan kecil hingga industri besar, dalam memenuhi kewajiban sertifikasi halal secara bertahap.
 

Baca juga: Prospek Cerah, Pertumbuhan Industri Perbankan Syariah Digital RI Terbuka Lebar

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menyatakan rasa bangganya atas transformasi ini. Ia menegaskan bahwa saat ini halal bukan lagi sekadar urusan agama, melainkan pilar penting ekonomi nasional.

"Halal bukan lagi semata-mata urusan agama, tapi halal adalah urusan ekonomi. Halal punya kontribusi untuk mencapai pertumbuhan (ekonomi) 8 persen seperti yang dicanangkan Bapak Presiden," ujar Haikal Hasan.

Lebih lanjut, Haikal memaparkan data bahwa Halal Value Chain saat ini telah memberikan kontribusi sebesar 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Angka tersebut mencakup sektor makanan, minuman, obat-obatan, hingga kosmetik yang menjadi peluang besar bagi penguatan ekonomi nasional di kancah global.

Transformasi berbasis teknologi yang dijalankan BPJPH tidak hanya memberikan kepastian hukum dan perlindungan konsumen, tetapi juga meningkatkan daya saing produk lokal. Dengan sistem yang kini lebih mudah diakses oleh pelaku usaha di berbagai daerah, Indonesia optimis dapat mengukuhkan posisinya sebagai barometer halal dunia.

"Kita ingin Indonesia menjadi hub-nya, menjadi pusatnya, dan menjadi barometer. Dunia sekarang trennya adalah halal, dan semua negara kini mementingkan hal tersebut," pungkas Haikal.

Capaian di ITAY Award 2026 ini menjadi tonggak penting bagi BPJPH untuk terus berinovasi dalam memberikan layanan publik yang transparan sekaligus mempercepat visi Indonesia sebagai pusat industri halal dunia.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)