Prospek Cerah, Pertumbuhan Industri Perbankan Syariah Digital RI Terbuka Lebar

Direktur Utama Bank Aladin Syariah Koko Tjatur Rachmadi. Foto: aladinbank.id

Prospek Cerah, Pertumbuhan Industri Perbankan Syariah Digital RI Terbuka Lebar

Husen Miftahudin • 19 February 2026 15:37

Jakarta: Prospek industri perbankan syariah digital di Indonesia dinilai masih sangat besar. Dengan populasi muslim lebih dari 200 juta jiwa dan tingkat inklusi keuangan syariah yang masih relatif rendah dibandingkan perbankan konvensional, ruang pertumbuhan masih terbuka lebar.
 
Melihat hal tersebut, PT Bank Aladin Syariah Tbk langsung tancap gas mengoptimalkan kanal digitalnya. Hasilnya, jumlah pengguna terdaftar Bank Aladin Syariah kini telah melampaui 3,3 juta nasabah terhitung sejak peluncuran aplikasi digital pada awal 2022.
 
"Strategi berbasis ekosistem dan digital approach memungkinkan kami menjangkau masyarakat lebih luas dengan biaya akuisisi yang efisien dan pengalaman nasabah yang semakin baik," kata Direktur Utama Bank Aladin Syariah Koko Tjatur Rachmadi dalam Public Expose Tahunan secara daring, Kamis, 19 Februari 2026.
 
Koko menambahkan, strategi offline-to-online (O2O) melalui kolaborasi dengan Grup Alfa menjadi diferensiasi utama perseroan. Melalui jaringan nasional dan ekosistem digital Alfa Group termasuk Alfamart, Alfamidi, Alfagift, Aksesmu, Lawson, Dan+Dan, serta Umrah Madani Amanah, Bank Aladin Syariah menghadirkan layanan perbankan syariah yang terintegrasi dan mudah diakses oleh masyarakat luas.
 
Selain itu, perseroan terus memperkuat kemitraan strategis dengan berbagai institusi, termasuk Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) sebagai bank penerima setoran pembayaran ibadah haji, kolaborasi dengan Taspen dalam pengembangan solusi pembiayaan berbasis digital, serta kerja sama Bank-as-a-Service (BaaS) dengan Flip dan Mekari untuk memperluas distribusi layanan keuangan syariah digital.
 

Baca juga: Digitalisasi Jadi Tantangan Bank Syariah 'Akrab' dengan Masyarakat
 

Pendapatan melonjak 93%

 
Adapun, sepanjang 2024 Bank Aladin Syariah mencatatkan pertumbuhan yang solid di berbagai lini bisnis. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh signifikan sebesar 56 persen (yoy) menjadi Rp5,17 triliun, sementara total aset meningkat 32 persen menjadi Rp9,36 triliun.
 
Penyaluran pembiayaan juga mengalami pertumbuhan kuat sebesar 53 persen menjadi Rp4,68 triliun. Sejalan dengan ekspansi tersebut, pendapatan operasional melonjak 93 persen menjadi Rp564 miliar, mencerminkan peningkatan skala bisnis dan optimalisasi model operasional digital perseroan.
 
Perbaikan kinerja juga tercermin dari rasio keuangan yang semakin sehat. Efisiensi operasional menunjukkan kemajuan yang berarti dengan penurunan Cost to Income Ratio (CIR) secara signifikan. Rasio profitabilitas seperti Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) terus menunjukkan tren perbaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
 
Selain itu, kualitas pembiayaan tetap terjaga dengan Non-Performing Financing (NPF) yang berada pada level sangat rendah, mencerminkan prinsip kehati-hatian serta manajemen risiko yang disiplin.
 
Koko menekankan, capaian kinerja di sepanjang 2024 merupakan hasil dari strategi pertumbuhan yang terukur dan fokus pada penguatan ekosistem. "Kami tidak hanya bertumbuh secara angka, tetapi juga memperkuat fundamental bisnis," tegas dia.


(Ilustrasi, logo Bank Aladin Syariah. Foto: dok Bank Aladin Syariah)
 

Optimalkan pembiayaan di segmen ritel dan UMKM

 
Koko menambahkan, cerahnya pertumbuhan industri perbankan syariah digital Indonesia juga didukung langkah pemerintah melalui Masterplan Ekonomi Syariah serta meningkatnya preferensi masyarakat terhadap produk halal dan layanan berbasis syariah.
 
Ke depan, Bank Aladin Syariah berkomitmen untuk terus mengoptimalkan pembiayaan dan pendanaan berkualitas di segmen ritel, UMKM, dan korporasi, memperluas kolaborasi ekosistem digital, serta memperkuat infrastruktur teknologi informasi dan tata kelola perusahaan.
 
"Penguatan organisasi dan pengembangan sumber daya manusia juga menjadi bagian penting dalam memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan," tutur Koko.
 
Dengan fundamental yang semakin kokoh, model bisnis digital berbasis ekosistem, serta peluang pasar syariah yang luas, Bank Aladin Syariah optimis dapat terus menciptakan nilai tambah bagi nasabah, pemegang saham, dan seluruh pemangku kepentingan.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Husen Miftahudin)