7 January 2026 13:57
Manajer Persatuan Sepak Bola Tulungagung (Perseta) 1970, Rudi Iswahyudi, berencana membawa kasus kekerasan yang menimpa pemainnya, Firman Nugraha, ke ranah hukum. Menurut Rudi, hal itu perlu dilakukan agar peristiwa serupa tidak kembali terjadi di masa depan.
Insiden tendangan brutal atau "tendangan kungfu" itu dilakukan oleh pemain kesebelasan Putra Jaya Kabupaten Pasuruan, Muhammad Hilmi Gymnastiar, ke dada pemain Perseta 1970, Firman Nugraha. Kejadian terjadi saat berlaga di babak 32 besar Liga 4 Jawa Timur di Bangkalan, Madura, pada Senin, 5 Januari 2026, sore.
Insiden tersebut telah mengakibatkan tulang rusuk Firman Nugraha retak. Rudi Iswahyudi menyampaikan bahwa Firman sempat mengeluh sulit bernafas pada Senin malam dan hingga Selasa, 6 Januari 2026, siang, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkalan.
Rudi berharap persoalan ini tidak hanya berhenti pada sanksi disiplin, tetapi juga sanksi hukum yang berpotensi memberikan efek jera. Ia bahkan berencana untuk membawa persoalan ini ke ranah hukum.
"Rencana saya membawa ini ke persoalan hukum supaya nanti bisa mendidik semua pihak. Saya berharap dengan membawa persoalan ini ke ranah hukum, sepak bola nasional akan menjadi lebih baik," ujar Rudi Iswahyudi, dikutip dari Metro Pagi Primetime Metro TV, Rabu, 7 Januari 2026.