Omzet UMKM di Palangka Raya Anjlok Akibat Karhutla

17 October 2026 17:45

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mengepung Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, tidak hanya mengancam kesehatan warga, tetapi juga melumpuhkan roda perekonomian lokal. Sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi pihak yang paling terdampak akibat penurunan omzet secara drastis.

Pekatnya asap dan tingginya risiko kesehatan membuat warga memilih berdiam diri di rumah. Kondisi tersebut berdampak langsung pada penurunan jumlah pembeli di tempat usaha fisik, seperti rumah makan dan toko kelontong, khususnya bagi pelaku usaha yang belum terhubung dengan layanan penjualan daring (online).

Krisis ekonomi warga kian diperparah oleh munculnya efek domino dari gangguan layanan publik di wilayah Kalimantan Tengah, yaitu pemadaman listrik berkala dan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM).

Pemerhati Manusia dan Lingkungan Langkah Inovasi Indonesia, Hafidz Ridha Try Sjahputra, menyoroti beratnya beban yang harus ditanggung para pelaku usaha kecil di Palangka Raya saat ini.

"Tentu ini menjadi permasalahan. Saya yakin semua di sini pasti tahu betapa tidak enaknya kalau mati lampu, ditambah lagi kebakaran seperti ini. Tentu kami melihat masyarakat, terutama UMKM, terdampak. Kita bisa tanyakan ke pedagang-pedagang, awalnya mereka omzetnya sekian turun menjadi sekian," ungkap Hafidz dalam tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu, 17 Oktober 2026.
 


Menurut Hafiz, penanganan dari pemerintah tidak cukup hanya mengandalkan skema Bantuan Langsung Tunai (BLT) atau bantuan sosial (bansos). Ia mendesak pemerintah pusat dan daerah untuk mengambil langkah preventif yang lebih mendasar agar krisis ekonomi serupa tidak berulang di masa mendatang.

"Saya berharap bukan hanya seperti BLT saja yang diberikan atau bansos, tetapi kita harus bisa melakukan tindakan preventif. Betul kita sekarang sedang berjuang menghadapi kebakaran lahan ini, tetapi jangan sampai ini terjadi lagi di tahun depan," tegas Hafidz.

Saat ini, para pelaku usaha harian dan UMKM di Palangka Raya berharap pemerintah segera menuntaskan pemadaman titik api sekaligus memulihkan keandalan pasokan energi demi kebangkitan aktivitas ekonomi warga.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X