Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan Warga di Sulawesi

15 October 2026 15:49

Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kabut asap kian meluas dan mengancam sejumlah wilayah di Pulau Sulawesi. Peristiwa ini tidak hanya merusak ekosistem hutan dan satwa liar, tetapi juga memicu penurunan kualitas udara hingga masuk kategori tidak sehat.

Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung Terbakar


Kebakaran hebat melanda kawasan Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yang terletak di Kampung Batak, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Luas area hutan karst yang terbakar diperkirakan telah mencapai 27,34 hektare. Petugas gabungan hingga kini terus berupaya memadamkan kobaran api, meski harus menghadapi kendala berat berupa medan yang terjal dan keterbatasan sumber air di lokasi.

Berdasarkan hasil pemantauan menggunakan drone, petugas mendeteksi dua titik api baru yang berada di zona inti taman nasional. Titik api di puncak kars tersebut masing-masing bergerak mengarah ke kawasan Amarai dan Batu Napar. Selain mengancam ekosistem hutan karst, kebakaran ini juga membahayakan keberadaan satwa liar yang menghuni kawasan lindung tersebut.

"Langkah selanjutnya dari pantauan drone ditemukan dua titik api di puncak karst, yang satu mengarah ke Amarai dan satu lagi mengarah ke Batu Napar. Tepatnya berada di zona inti." kata Danru 1 Manggala Agni, Muhammad Ifkar, dikutip dari tayangan Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis, 15 Oktober 2026.
   

Teluk Mandar Diselimuti Kabut Asap Kiriman


Di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, fenomena kabut asap tebal menyelimuti kawasan Teluk Mandar dalam sepekan terakhir. Kabut asap ini diduga berasal dari akumulasi karhutla lokal serta asap kiriman dari wilayah lain, termasuk dari Pulau Kalimantan. Selain mengganggu jarak pandang, kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga akan dampak kesehatan pernapasan.

Menanggapi ancaman kesehatan ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Majene mengimbau masyarakat untuk rutin memakai masker saat beraktivitas di luar rumah, menutup jendela rumah untuk menahan asap masuk, serta menjaga kecukupan cairan tubuh.

Kualitas Udara Bantaeng Kategori Tidak Sehat


Dampak kabut asap juga dirasakan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan. Hasil pemantauan pemerintah daerah mencatat Indeks Kualitas Udara (AQI) di Bantaeng memburuk hingga menyentuh angka 126, yang tergolong dalam kategori tidak sehat.

"Data yang disampaikan pemerintah daerah menunjukkan indeks kualitas udara mencapai 126 yang masuk kategori tidak sehat." ucap Bupati Bantaeng, M. Fathul Fauzy Nurdin.

Sebagai langkah antisipasi risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Bupati Bantaeng bersama Dinas Kesehatan membagikan masker secara gratis kepada siswa sekolah dasar serta masyarakat di sejumlah titik fasilitas umum.

"Teman-teman dari Dinas Kesehatan juga sudah membagi-bagikan masker di beberapa titik di Kabupaten Bantaeng. Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menggunakan masker." ucap Fathul.

(Nopita Dewi)


Close Ads X
Close Ads X