Jakarta: Mode pesawat atau airplane mode selama ini identik dengan aturan wajib saat penumpang berada di dalam penerbangan. Saat fitur ini diaktifkan, koneksi seluler akan nonaktif, tetapi ponsel tetap bisa digunakan untuk fungsi lain seperti membuka dokumen, galeri, atau menggunakan Wi-Fi jika diizinkan.
Namun, fungsi mode pesawat ternyata jauh lebih luas daripada sekadar mengikuti prosedur keselamatan saat lepas landas. Selain berkaitan dengan sistem penerbangan, fitur ini juga memiliki manfaat praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Mengapa Mode Pesawat Harus Diaktifkan Saat Terbang?
Aktivasi
mode pesawat bukan tanpa alasan. Ada beberapa pertimbangan teknis dan keselamatan di balik aturan tersebut, di antaranya:
1. Mencegah Gangguan Jaringan
Saat ponsel aktif di udara, perangkat akan terus mencari dan berpindah sinyal antar-menara seluler seiring pesawat bergerak melintasi wilayah berbeda. Proses yang dikenal sebagai
cell tower handoff ini berpotensi membebani jaringan komunikasi di darat jika dilakukan banyak perangkat sekaligus.
2. Mengurangi Potensi Interferensi Radio
Meski tidak secara langsung menyebabkan kecelakaan pesawat, ratusan ponsel yang terus mencari sinyal dapat menciptakan “kebisingan radio”. Gangguan ini dikhawatirkan dapat memengaruhi peralatan sensitif seperti radar cuaca atau transponder.
3. Membantu Penumpang Fokus Saat Fase Kritis
Lepas landas dan pendaratan merupakan fase paling krusial dalam penerbangan. Karena itu, maskapai ingin penumpang fokus pada instruksi keselamatan dan prosedur darurat, bukan sibuk menggunakan ponsel.
4. Konektivitas di Pesawat Sudah Diatur Khusus
Sejumlah maskapai kini menyediakan Wi-Fi atau layanan seluler melalui sistem
picocell di dalam pesawat. Sistem ini mengarahkan sinyal melalui satelit tanpa mengganggu jaringan darat maupun sistem penerbangan.
Fungsi Lain Airplane Mode
Di luar kebutuhan penerbangan, mode pesawat juga dapat dimanfaatkan dalam berbagai kondisi sehari-hari. Melansir dari
Integrity, berikut sejumlah manfaatnya:
1. Membantu Menstabilkan Sinyal
Saat sinyal ponsel tidak stabil, mengaktifkan
mode pesawat selama beberapa menit lalu menonaktifkannya kembali bisa membantu perangkat melakukan reset koneksi jaringan. Cara sederhana ini sering digunakan untuk mempercepat ponsel terhubung ke sinyal yang lebih baik.
2. Menghemat Baterai
Salah satu manfaat paling praktis dari
mode pesawat adalah mengurangi konsumsi daya. Karena data seluler, Wi-Fi, dan Bluetooth dimatikan, ponsel tidak bekerja ekstra mencari jaringan sehingga baterai lebih hemat.
3. Mengurangi Gangguan Notifikasi
Mode pesawat juga bisa menjadi cara sederhana untuk melakukan “detoks digital”. Dengan menonaktifkan semua koneksi, pengguna dapat beristirahat sejenak dari notifikasi media sosial, email, maupun pesan yang terus masuk.
4. Mengurangi Paparan Gelombang Radio
Sebagian pengguna mengaktifkan mode pesawat untuk mengurangi emisi gelombang radio dari perangkat, terutama saat tidur atau ketika tidak membutuhkan koneksi.
Meski terlihat sederhana,
mode pesawat ternyata memiliki fungsi yang cukup beragam, mulai dari mendukung keselamatan penerbangan, membantu menstabilkan sinyal, menghemat baterai, hingga memberi jeda dari distraksi digital.
Jadi, fitur yang selama ini identik dengan perjalanan udara ternyata juga bisa dimanfaatkan dalam aktivitas sehari-hari.
Jangan lupa saksikan
MTVN Lens lainnya hanya di
Metrotvnews.com.
(Jessica Nur Faddilah)