16 April 2026 16:05
Pemerintah Jepang mengumumkan komitmen besar untuk membantu negara-negara di Asia Tenggara dalam menghadapi tantangan krisis energi global. Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, meluncurkan dana bantuan sebesar 10 miliar dolar Amerika Serikat (sekitar Rp171 triliun) yang disalurkan melalui inisiatif bernama 'Power Asia'.
Langkah strategis ini diambil sebagai upaya nyata untuk memperkuat rantai pasok energi di kawasan ASEAN yang tengah menghadapi tekanan akibat gangguan pasokan global. Dana bantuan tersebut direncanakan untuk mendukung berbagai sektor vital, mulai dari pembiayaan impor minyak, produk petroleum, serta pembangunan cadangan energi nasional di masing-masing negara anggota.
| Baca juga: Transaksi QR Lintas Negara ASEAN Meningkat di 2025, Tembus Rp12,24 Triliun |