Massa Membeludak, Pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran Khamenei Ditunda

7 March 2026 17:51

Otoritas Iran resmi mengumumkan penundaan prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Langkah ini diambil menyusul ledakan jumlah massa yang memadati Ibu Kota Teheran serta pertimbangan keamanan nasional di tengah ketegangan yang meningkat di kawasan tersebut.

Terpantau jutaan warga dari berbagai provinsi dilaporkan terus bergerak menuju dua kota utama, yakni Teheran dan Mashhad, untuk memberikan penghormatan terakhir. Kepadatan massa di titik-titik utama dilaporkan telah melampaui kapasitas pengamanan yang telah disiapkan sebelumnya.

Penundaan ini bertujuan agar pemerintah dapat menata ulang logistik dan pengamanan guna memastikan prosesi berlangsung tertib tanpa menimbulkan risiko keselamatan bagi para pelayat.

Kondisi keamanan di Teheran saat ini berada dalam status siaga tinggi namun tetap terkendali. Aparat keamanan yang terdiri dari Garda Revolusi, kepolisian, hingga Basij telah memperketat penjagaan di titik-titik strategis, termasuk kompleks pemerintahan dan jalur menuju lokasi pemakaman.
 

Baca juga: Puluhan Ribu Warga Yaman Turun ke Jalan Bela Iran dan Lebanon

Selain faktor kepadatan massa, otoritas Iran mempertimbangkan potensi ancaman keamanan dari pihak eksternal. Pemerintah Iran mengantisipasi kemungkinan serangan dari Israel maupun Amerika Serikat yang bisa terjadi sewaktu-waktu di tengah situasi transisi ini. Penundaan dilakukan untuk mencegah timbulnya korban sipil dalam jumlah besar jika terjadi serangan di tengah kerumunan massa. 

Meski ada imbauan untuk kembali ke rumah, sebagian besar masyarakat memilih bertahan di alun-alun kota dan masjid-masjid untuk memperingati tradisi malam ketujuh wafatnya sang pemimpin. Diperkirakan malam ini jumlahnya akan semakin membludak dan semakin besar.

Di tengah suasana duka, pernyataan Donald Trump yang ingin terlibat dalam penentuan arah kepemimpinan baru Iran memicu reaksi keras dari Teheran. Pejabat Iran menegaskan bahwa pernyataan tersebut adalah bentuk campur tangan langsung terhadap kedaulatan domestik mereka.

Secara resmi otoritas Iran menegaskan bahwa proses pemilihan pemimpin tertinggi sepenuhnya merupakan mekanisme internal yang dilakukan oleh Majelis Khobregan (Dewan Pakar Kepemimpinan) sesuai konstitusi, dan tidak ada ruang bagi campur tangan asing. Sejak berdirinya Republik Islam Iran telah menetapkan diri sebagai negara yang tidak ingin didikte oleh asing, apalagi Amerika Serikat yang mereka anggap sebagai musuh besar.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)