Jenazah ABK Arupadhatu I Surakhman Ditemukan di Pulau Enggano

23 September 2026 15:46

Banten: Jenazah yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu, pada 12 September 2026 teridentifikasi sebagai Surakhman, salah satu anak buah kapal (ABK) Arupadhatu I yang hilang saat meliput erupsi Gunung Anak Krakatau. Identifikasi dilakukan melalui pemeriksaan DNA Pusdokkes Polri dan hasilnya dinyatakan identik dengan data keluarga Surakhman.

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan jenazah Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Bengkulu untuk menjalani proses identifikasi oleh tim Disaster Victim Identification (DVI).

“Meliputi data primer yaitu dari sidik jari, gigi dan DNA. Hasil identifikasi berdasarkan hasil pemeriksaan DNA operasi DVI Pusdokkes Polri terhadap seorang mayat Mr. X yang ditemukan di Pulau Enggano, Bengkulu bahwa secara genetik PM/62/P.ENGGANO/01 itu kode jenazah Mr. X tadi teridentifikasi sebagai Surakhman atau ABK kapal, ayah biologis dari Tuan Yayat,” kata Hengki dalam tayangan Breaking News Metro TV, Rabu 23 September 2026. 

Pemeriksaan DNA dilakukan dengan mencocokkan data antemortem dari keluarga delapan korban Arupadhatu yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Hengki mengatakan kondisi jenazah membuat proses identifikasi secara visual tidak dapat dilakukan sehingga pemeriksaan DNA menjadi dasar untuk memastikan identitas korban.

“Wajahnya sudah tidak ada sudah habis termakan ikan dan sebagainya karena lama di dalam dasar laut ataupun tenggelam dan seterusnya. Oleh karenanya hasil pemeriksaan DNA itu yang menjadi tugas dari kepala bidang Pusdokkes dari tes DNA itu itulah salah satu jalan untuk memastikan ini jenazah siapa,” ujarnya.

Hasil pemeriksaan DNA dikeluarkan pada 21 September 2026 dan dinyatakan identik dengan Surakhman, ayah biologis Tuan Yayat.

"Tes DNA dari antemortem keluarga delapan keluarga korban yang ada itu salah satunya atas nama Tuan Yayat sudah kita kirim ke sana. Dengan ciri-ciri dan sebagainya hasil dari laboratorium DNA Pusdokkes Polri itu identik dengan disebutkan di sini adalah ayah dari ayah biologis dari Tuan Yayat. Jadi ini Surakhman ayah biologis dari Yayat," ujar Hengki.

Jenazah Surakhman rencananya diberangkatkan dari Bengkulu menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk kemudian diserahkan kepada keluarga. Pemakaman direncanakan dilakukan di Carita, Pandeglang, Banten.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan penemuan jenazah Surakhman tidak langsung diumumkan karena tim masih menunggu hasil identifikasi DNA.

“Jadi bukan lama, bukan terlambat. Kami memastikan pemeriksaan DNA berjalan dengan baik menghasilkan kejelasan identifikasinya sehingga hari ini kita sampaikan dengan rekan-rekan media,” kata Al Amrad.

Hingga kini, tujuh korban lainnya yang hilang bersama Surakhman belum ditemukan. Gubernur Banten Andra Soni mengatakan pemerintah masih berharap tujuh korban lainnya segera ditemukan.

“Kemudian saya selaku Gubernur Banten juga masih berharap untuk bisa segera menemukan tujuh kawan-kawan kita yang lain yang sampai saat ini belum ditemukan,” ujar Andra.

Basarnas menyebut operasi pencarian sebelumnya telah diperpanjang tiga hari setelah masa operasi awal berakhir. Setelah tidak menemukan tanda-tanda korban lainnya, pencarian dilakukan melalui koordinasi dengan kantor SAR Bengkulu dan Lampung, VTS, stasiun radio pantai, nelayan, serta masyarakat pesisir.

Basarnas juga terus menyebarkan informasi melalui e-broadcast agar masyarakat maupun pengguna transportasi laut segera melaporkan apabila menemukan jenazah atau tanda-tanda terkait korban Arupadhatu I.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X