Pulang Pisau: Kepala BNPB Suharyanto serta Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pimpin langsung rapat koordinasi di Kabupaten Pulang Pisau guna penanganan kebakaran hutan dan lahan yang melanda Kalimantan Tengah. Pemerintah memutuskan mempertebal pasukan darat untuk mempercepat penanganan karhutla di Kalteng.
Situasi Kalteng yang sampai saat ini masih diselimuti asap pekat karhutla menjadi fokus pemerintah pusat. Raja Juli Antoni menyebut, pasukan darat akan diperkuat dengan peralatan yang lebih memadai. Langkah ini dilakukan untuk memaksimalkan pemadaman di sejumlah titik kebakaran.
Suharyanto menyebut, sebelumnya sekitar 180 hektare lahan terbakar. Satgas darat berhasil memadamkan sekitar 150 hektare dalam satu hari. Namun, titik kebakaran baru masih terus muncul, termasuk lahan gambut yang kembali terbakar setelah sempat padam.
"Sehingga hari ini tuh yang sisa tinggal 30 hektar yang sedang dipadamkan dari pagi sampai sore. Kalau 30 hektar itu dipadamkan selesai? Tidak. Kenapa? Karena setiap hari juga ada titik kebakaran baru atau lahan gambut yang sudah padam itu nyala lagi. Itulah sulitnya memadamkan lahan gambut," kata Suharyanto.
Pemerintah menargetkan, luas lahan yang berhasil dipadamkan setiap hari lebih besar dibandingkan munculnya titik kebakaran baru. Penguatan pasukan darat juga dilakukan bersamaan dengan upaya pemerintah memaksimalkan operasi modifikasi cuaca.
"Penekanan Bapak Menteri Kehutanan tolong yang dipadamkan hari ini jangan lebih sedikit daripada titik kebakaran baru. Supaya semakin lama kebakaran baru semakin berkurang," ujar Suharyanto.