Menhut Raja Juli Antoni (kedua kanan) dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kedua kiri) saat meninjau penanganan karhutla di Kalteng. Foto: ANTARA/HO-Kemenhut.
Kepala BNPB dan Menhut Berkantor di Kalteng Pantau Pengendalian Karhutla
Fachri Audhia Hafiez • 21 September 2026 23:46
Jakarta: Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni bersama Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto berkantor langsung di Kalimantan Tengah (Kalteng). Langkah strategis ini diambil guna mengawal intensif penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah tersebut.
"Kami berdua juga yang tadinya hanya berkunjung kembali memutuskan untuk beberapa hari berkantor di Kalimantan Tengah," kata Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, dilansir Antara, Senin, 21 September 2026.
Baca Juga :
Suharyanto menjelaskan, keputusan berkantor sementara di Kalteng dipicu oleh kondisi kabut asap pekat serta absennya intensitas hujan dalam sepekan terakhir. Kehadiran mereka di lapangan bertujuan untuk memantau langsung OMC hingga membuahkan hasil.
"Supaya sampai dengan nanti operasi modifikasi cuacanya berhasil, hujan turun, paling tidak sedikit membantu terbukanya cuaca yang sekarang dipenuhi oleh kabut asap,” kata Suharyanto.
Berdasarkan data terkini, luas lahan terbakar di wilayah Kalteng sempat mencapai 180 hektare. Meski tim satgas darat telah berhasil memadamkan sekitar 150 hektare per hari, potensi kemunculan titik api baru masih terus mengintai, terutama pada karakteristik lahan gambut yang rentan menyala kembali.
Di sisi lain, Menhut menegaskan bahwa seluruh potensi akan dikerahkan secara maksimal. Hal ini demi menjalankan instruksi Kepala Negara.
"Kami akan maksimumkan segala potensi yang ada, karena ini juga perintah Bapak Presiden agar dampak karhutla terhadap masyarakat dapat diminimalisir," ujar Raja Juli.

Menhut Raja Juli Antoni (pegang mikrofon) dan Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto (kiri Menhut) saat meninjau penanganan karhutla di Kalteng. Foto: Kemenhut.
Untuk menerobos kendala jarak pandang (visibility) yang rendah di Bandara Tjilik Riwut, pemerintah mengalihkan penerbangan pesawat OMC dari Bandara Syamsudin Noor dan Bandara Pangkalan Bun. Langkah ini disesuaikan dengan peta potensi awan hujan berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).