Di tengah tantangan geopolitik global yang semakin kompleks, Indonesia dinilai memerlukan sistem politik yang kuat dan demokrasi yang berkualitas. Politik diharapkan menjadi sarana menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Letjen TNI (Purn) Lodewijk Freidrich Paulus, menyampaikan hal tersebut saat menjadi narasumber dalam Kongres Umat Islam Indonesia atau KUII kedelapan tahun 2026 di Jakarta.
Menurut Wamenko Polkam, dinamika geopolitik dunia tidak hanya berdampak pada politik dan keamanan saja, melainkan juga mempengaruhi ketahanan ekonomi, sosial budaya, hingga pertahanan negara. Karena itulah Indonesia membutuhkan tata kelola pemerintahan yang mampu menjaga
stabilitas nasional sekaligus mendorong pembangunan.
Ia juga mengajak umat Islam mengaktualisasikan semangat profetik dalam kehidupan politik, serta menjadikan politik sebagai sarana mewujudkan kemaslahatan umum. Ia menyoroti tantangan seperti politik transaksional, kampanye hitam, oligarki,
politik dinasti, serta rendahnya literasi dan moral politik.
“Nasionalisme kita terutama masalah keumatan, itu yang terjadi ya, umat Islam Indonesia harus betul-betul menjaga nasionalisme Indonesia, merajut persatuan dan kesatuan.” ucap Wamenko Polkam, Lodewijk Freidrich Paulus, dikutip dari tayangan
Headline News Metro TV, Minggu, 26 Juli 2026.