19 September 2026 17:44
Ketapang: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) membuat penerbangan rute Ketapang-Pontianak di Bandara Rahadi Oesman, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), terhenti selama sepekan. Kondisi tersebut terjadi karena jarak pandang yang terbatas dan dinilai mengancam keselamatan penerbangan.
“Terkait dengan kegiatan penerbangan, bisa kami laporkan bahwa dalam semingguan terakhir ini ya, kegiatan penerbangan ke Pontianak sama sekali tidak ada penerbangan ya. Meskipun dari pihak maskapai ada pelayanan, namun karena alasan keselamatan penerbangan, jarak pandang yang terbatas, sehingga penerbangan dibatalkan,” kata Kepala Bandara Rahadi Oesman Dwi Muji Raharjo dalam tayangan Headline News Metro TV, Sabtu 19 September 2026.
Dwi memastikan bandara tetap beroperasi sesuai jam operasional meski aktivitas penerbangan terganggu akibat kabut asap.
“Bahwa sampai dengan hari ini, kita ya, selalu tetap beroperasi ya. Jadi meskipun kondisi ada gangguan kegiatan penerbangan karena asap yang disebabkan oleh karhutla, namun demikian Bandara Rahadi Oesman setiap hari tetap beroperasi sesuai dengan jam operasi,” kata Dwi.
Berdasarkan data BMKG, jarak pandang di Ketapang pada pagi hari hanya berkisar 100 hingga 400 meter dan berangsur membaik menjelang siang. Sementara itu, jarak pandang minimal untuk pendaratan ditetapkan 2.800 meter dan untuk lepas landas 1.600 meter.
Rute Ketapang-Jakarta masih beroperasi, meski sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan akibat kondisi jarak pandang.