Pati: Sungai Juwana di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mulai mengering dan mengancam pasokan air untuk lahan pertanian. Kondisi ini membuat petani terpaksa mengandalkan pompa untuk mengairi tanaman padi yang mulai mendekati masa panen.
Aliran Sungai Juwana di Dusun Gilis, Desa Sugiharjo, terlihat dangkal dan nyaris kehabisan air. Kekeringan disebut telah berlangsung sekitar tiga pekan.
127 Hektare Sawah Bergantung Pompa
Sebanyak 62 hektare sawah di Dusun Gilis dan 65 hektare di Dusun Garas kini mendapatkan pasokan air melalui pompanisasi dari
sungai.
Salah seorang petani, Kaswanto mengatakan kondisi pertanian sangat bergantung pada ketersediaan air dari Sungai Juwana.
“Dampaknya yang sangat fatal terutama untuk pertanian. Pertanian hanya mengandalkan dari pompanisasi,” ujar Kaswanto dalam tayangan
Metro Hari Ini Metro TV, Rabu 26 Agustus 2026.
Petani Khawatir Gagal Panen
Untuk sementara, tanaman padi masih relatif aman karena air sungai masih dapat dipompa. Namun, petani khawatir pompa tidak lagi mampu mengalirkan air jika sungai terus mengering dalam dua pekan ke depan.
Padahal, sebagian tanaman padi sudah mendekati masa panen. Kekurangan air dikhawatirkan membuat tanaman rusak hingga menyebabkan gagal panen.
Kekeringan Picu Tanah Ambles
Mengeringnya Sungai Juwana juga berdampak pada warga Desa Tondomulyo, Kecamatan Jakenan. Permukaan tanah di sekitar sungai mengalami ambles dan pergerakan.
Sejumlah bangunan ikut terdampak, seperti punden desa, fasilitas pengairan, dan pagar tembok yang kini miring serta nyaris roboh.
Salah seorang warga, Sukardi, mengatakan kondisi tersebut terjadi karena aliran air sungai mengering sehingga tanah kehilangan keseimbangan.
“Ya karena air habis jadi nggak ada keseimbangan, nggak stabil,” kata Sukardi.
Petani berharap pasokan air dari waduk segera kembali normal agar tanaman padi dapat bertahan hingga panen.