Wisatawan Singapura-Malaysia Serbu Batam di Tengah Pelemahan Rupiah

11 June 2026 21:56

Menguatnya nilai tukar mata uang Dolar Singapura dan Ringgit Malaysia terhadap Rupiah membawa dampak positif bagi sektor pariwisata di Kota Batam, Kepulauan Riau. Kondisi ini menjadikan Batam sebagai destinasi belanja dan wisata yang kian diminati oleh wisatawan mancanegara (wisman).

Para wisatawan asal Singapura dan Malaysia kini memanfaatkan nilai tukar mata uang yang menguntungkan untuk berbelanja berbagai kebutuhan. Harga barang yang dianggap jauh lebih murah dibandingkan di negara asal mereka menjadi daya tarik utama yang memicu lonjakan kunjungan.

Selain berbelanja, para pelancong tersebut juga menghabiskan waktu untuk menikmati ragam kuliner khas Batam serta mengunjungi berbagai objek wisata yang tersebar di Kota Industri tersebut.

Geliat ekonomi ini dirasakan langsung oleh para pelaku usaha lokal, salah satunya adalah penyedia jasa rental kendaraan. Tercatat, tingkat penyewaan kendaraan mengalami kenaikan yang sangat signifikan, terutama saat memasuki akhir pekan.
 

Baca juga: 83.014 Wisatawan Kunjungi Bandung Barat Selama Mei 2026

Pemilik rental mobil, Ginto Apriyanto menyatakan bahwa penguatan mata uang asing ini memberikan angin segar bagi bisnisnya. Meningkatnya daya tarik wisata secara otomatis mendongkrak daya belanja wisatawan mancanegara.

"Dampak positifnya itu adalah daya tarik wisata meningkat, daya belanja meningkat karena mereka menganggap dengan kenaikan dolar ini barang-barang di Kota Batam ini sangat murah," ujar Ginto yang dikutip Newsline Bisnis pada Kamis 11 Juni 2026.

Bagi daerah perbatasan seperti Batam, fluktuasi nilai tukar Rupiah yang melemah terhadap mata uang negara tetangga justru menjadi berkah tersendiri. Arus kunjungan wisatawan dari negara tetangga yang terus mengalir terbukti mampu menggerakkan roda perekonomian, mulai dari sektor transportasi, perhotelan, kuliner, hingga perdagangan.

(Anggie Meidyana)