27 March 2026 21:37
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. resmi mengumumkan status darurat energi nasional imbas ancaman gangguan pasokan bahan bakar akibat agresi Amerika Serikat (AS)-Israel ke Iran. Status darurat ini akan berlaku selama satu tahun ke depan.
Dalam kebijakan tersebut, Presiden Marcos akan memimpin langsung komite darurat untuk memastikan ketersediaan dan distribusi bahan bakar, pangan, obat-obatan, produk pertanian, serta kebutuhan pokok lainnya.
Pemerintah juga menginstruksikan aparat untuk menindak tegas praktik penimbunan, spekulasi harga, dan manipulasi pasokan bahan bakar.