Bandung: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait mengatakan kuota bedah rumah untuk Kota Bandung meningkat 1.225 persen pada tahun ini. Dari sebelumnya hanya 110 unit rumah pada 2025, meningkat menjadi 1.458 unit rumah pada tahun ini.
Sementara itu di Jawa Barat (Jabar), jumlah penerima program juga meningkat signifikan, dari 6.367 rumah pada 2025, menjadi 49.200 unit pada tahun ini, atau meningkat 659 persen.
Dikutip dari Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat, 9 Oktober 2026, pada kesempatan itu, Menteri Ara, biasa dia disapa, berkesempatan meninjau pelaksanaan program bedah rumah di Kota Bandung. Dalam tinjauannya, dia menemukan salah satu rumah yang sangat tidak layak huni di kawasan Jalan Ciamis.
Rumah tersebut diminta langsung diperbaiki, di antaranya pada bagian lantai, tembok, hingga atap yang sudah mengalami kerusakan parah. Pelaksanaan perbaikan dijadwalkan mulai 12 Oktober hingga 12 Desember 2026.
Program bedah rumah menjadi bagian dari agenda pemerintah Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau. Tahun ini, pemerintah menargetkan 350 ribu rumah subsidi, 400 ribu bedah rumah, dan 100 ribu kredit usaha rakyat untuk perumahan.
Selain itu, pemerintah juga memberikan kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Presiden Prabowo mengarahkan pembebasan pajak bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB), serta persyaratan persetujuan bangunan gedung (PBG) untuk mendukung masyarakat mendapatkan hunian yang layak.
Pemerintah menegaskan, program perumahan akan terus dikawal hingga ke penerima manfaat agar bantuan tepat sasaran dan manfaatnya dirasakan masyarakat.