Karhutla Ancam Rumah dan Kesehatan, Mengapa Kebakaran Terus Berulang?-Kabar Daerah

Deny Irwanto • 15 October 2026 09:28

Jakarta: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan hanya menghanguskan pepohonan, tetapi juga mengancam permukiman dan kesehatan masyarakat. Ketika api meluas, warga bisa kehilangan tempat tinggal, sementara asapnya mengganggu aktivitas sehari-hari.

Namun, mengapa karhutla bisa begitu sulit dipadamkan, bahkan berpotensi muncul kembali setelah api terlihat padam?

Karhutla kembali meluas di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di Sumatra dan Kalimantan. Kementerian Kehutanan mencatat 1.359 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi pada 5 Oktober 2026. Jumlah tersebut meningkat tajam dibandingkan sehari sebelumnya yang mencatat 527 titik.
 



Salah satu wilayah yang terdampak parah adalah Bangka Belitung. Kebakaran di Bangka Selatan dilaporkan menghanguskan hampir 300 rumah dan memaksa sekitar 1.000 warga mengungsi.

Kenapa Karhutla Sulit Dipadamkan?

Salah satu tantangan utama dalam memadamkan karhutla adalah kondisi lahan gambut. Berbeda dengan kebakaran di permukaan tanah, api di lahan gambut bisa menjalar hingga ke bawah permukaan.

Akibatnya, kobaran api yang terlihat di permukaan mungkin sudah padam, tetapi bara di dalam tanah masih bertahan. Jika bara tersebut belum benar-benar padam, api bisa kembali muncul dan menyebar.

Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan penanganan yang menyeluruh, termasuk memastikan tidak ada bara yang tersisa di dalam tanah.

Dampak Karhutla Bukan Cuma Kerusakan Hutan

Karhutla menimbulkan berbagai dampak yang dirasakan manusia maupun lingkungan, di antaranya:
  • Mengancam keselamatan warga. Api yang meluas dapat merusak rumah dan memaksa masyarakat meninggalkan tempat tinggalnya.
  • Mengganggu kesehatan. Asap kebakaran mengandung partikel berbahaya yang dapat mengganggu sistem pernapasan.
  • Merusak habitat satwa liar. Kebakaran dapat menghancurkan tempat hidup satwa dan meningkatkan risiko mereka terluka atau kehilangan sumber makanan.
Cuaca kering yang diperburuk oleh fenomena El Nino juga dapat meningkatkan risiko kebakaran dan membuat api lebih sulit dikendalikan.

Karena itu, penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api. Pencegahan, pemantauan titik panas dan titik api, serta penegakan aturan terhadap pembakaran lahan juga menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kebakaran berulang.
 

Nah, Teman MTVN Lens, karhutla bukan sekadar persoalan hutan yang terbakar. Ada keselamatan warga, kesehatan masyarakat, dan kelangsungan hidup satwa yang ikut dipertaruhkan. Karena itu, pencegahan perlu dilakukan sebelum api meluas dan menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Menurut Teman MTVN Lens, apa langkah paling penting agar karhutla tidak terus berulang setiap tahun?

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X