Karhutla Sisakan Kerusakan di Bangka Selatan, 1.800 Warga Terdampak

Metro TV • 14 October 2026 14:27

Bangka Belitung: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, menghanguskan 305 rumah dan 50 gedung walet. Bencana ini berdampak pada sekitar 1.800 jiwa atau 450 kepala keluarga (KK), sementara sekitar 500 warga sempat mengungsi ke dua lokasi penampungan.

Berdasarkan pendataan sementara Pemerintah Kabupaten per 12 Oktober 2026, ratusan bangunan dilaporkan terbakar. Sementara itu, data BPBD per 11 Oktober 2026 pukul 20.10 WIB mencatat jumlah warga terdampak mencapai 1.800 jiwa.

Kerugian material sementara akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp2 miliar menurut BPBD Kepulauan Bangka Belitung. Nilai kerugian ini masih berupa estimasi dan dapat berubah seiring perkembangan pendataan.
 

 

Ratusan Warga Mengungsi

Pada tahap awal penanganan, sekitar 500 warga menempati dua lokasi pengungsian utama. Berikut rinciannya:
  • SDN 7 Simpang Rimba: sekitar 300 jiwa.
  • Masjid Al Muhajirin: sekitar 200 jiwa.
Pengungsian dilakukan setelah kebakaran menghanguskan ratusan rumah warga. Bagi keluarga yang kehilangan tempat tinggal, lokasi penampungan menjadi tempat sementara untuk memenuhi kebutuhan dasar selama penanganan bencana berlangsung.

Bantuan untuk Warga Terdampak

Sejumlah bantuan darurat telah disiapkan dan disalurkan untuk membantu warga yang terdampak karhutla. Bantuan tersebut mencakup kebutuhan tempat tinggal sementara hingga layanan kesehatan.

Berikut bantuan yang telah diterima warga:
  • Tempat pengungsian dan tenda untuk menampung warga.
  • Dapur umum dan makanan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi.
  • Bantuan logistik bagi warga terdampak.
  • Pakaian dan perlengkapan tidur untuk menunjang kebutuhan sehari-hari.
  • Penanganan darurat dan layanan kesehatan bagi para pengungsi.
Dengan 305 rumah terbakar dan sekitar 1.800 jiwa terdampak, pemenuhan kebutuhan dasar serta pendataan kerusakan menjadi bagian penting dalam penanganan bencana. Bantuan lanjutan diperlukan untuk mendukung warga selama masa pengungsian dan proses pemulihan setelah kebakaran.

(Zein Zahiratul Fauziyyah)


Close Ads X
Close Ads X