Pasca insiden penembakan terhadap suami anggota DPRD Jawa Tengah di Kedhungwuni, Kabupaten Pekalongan, kepolisian kini memperketat pengamanan di rumah korban selama 24 jam penuh. Meski tidak ada teror susulan, korban menduga kuat aksi penembakan tersebut berkaitan dengan aktivitasnya dalam mendampingi kuasa hukum penculikan.
Penjagaan ketat kini terlihat di kediaman Amat Muzakhim, suami dari anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Nur Fatwah. Aparat kepolisian berjaga secara bergantian selama 24 jam, guna memberikan perilindungan dan rasa aman bagi korban serta keluarga.
Amat Muzakhim memastikan, hingga kini belum ada ancaman lanjutan, namun terkait motif ia mengesampingkan persoalan politik dan justru menduga ada pihak yang tidak senang dengan aktivitasnya dalam mendampingi kasus hukum.
Kini korban memang tengah mendampingi kasus dugaan penculikan seorang pedagang martabak. Meski menyadari adanya risiko nyawa, korban menyatakan akan tetap melanjutkan pendampingan hukum tersebut, demi keadilan.
“Berkaitan dengan itu, karena kami hubungan dengan masyarakat baik-baik semuanya. Kami sedang fokus mendampingi peristiwa itu (kasus penculikan).” kata korba penembakan, Amat Muzakhim, dikutip dari tayangan
Metro Pagi Primetime, Metro TV, Selasa, 17 Februari 2026.
Saat ini kasus penembakan tersebut telah diambil alih oleh Polda Jawa Tengah, dan pihak
kepolisian masih terus mendalami keterangan saksi dan bukti pendukung guna mengungkap identitas serta motif pasti pelaku.