Polisi Periksa Proyektil Teror Penembakan ke Rumah Anggota DPRD Jateng

Polres Pekalongan memasang polisi line pada area kasus penembakan terhadap suami anggota DPRD Jawa Tengah, Minggu (15/2/2026). ANTARA/HO-warga

Polisi Periksa Proyektil Teror Penembakan ke Rumah Anggota DPRD Jateng

Whisnu Mardiansyah • 16 February 2026 07:13

Pekalongan: Polres Pekalongan masih mendalami kasus penembakan terhadap Ahmad Muzakhi, 56, yang merupakan suami Anggota DPRD Jawa Tengah, Nur Fatwah. Peristiwa yang diduga dilakukan oleh orang tidak dikenal (OTK) itu terjadi pada Sabtu malam, 14 Februari 2026.

Kapolres Pekalongan AKBP Rachmad C Yusuf mengatakan proyektil yang ditemukan di lokasi masih dalam proses pemeriksaan laboratorium untuk memastikan jenis dan kalibernya.

"Proyektil ini akan dilakukan pendalaman dan pemeriksaan oleh Bidang Laboratorium Forensik Polda Jateng. Hasilnya nanti akan kami sampaikan," katanya di Pekalongan, seperti dilansir Antara, Minggu, 15 Februari 2026.

Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, polisi memastikan hanya ada satu kali tembakan. Proyektil diketahui mengenai dek bagian atas teras rumah korban kemudian memantul ke bawah. Terkait arah tembakan, berdasarkan rekaman CCTV dan hasil pemeriksaan di lokasi, tembakan mengarah ke atas atau tidak mengarah langsung ke korban.

"Pantulan proyektil kemudian kami temukan di sisi kiri garasi rumah korban. Jadi, kesimpulan sementara kami, ini masih mengarah pada aksi teror," ujar Rachmad.
 


Peristiwa penembakan terjadi sekitar pukul 21.10 WIB saat korban sedang duduk di teras rumahnya bersama sejumlah tamu di kawasan Sidodadi Indah, Kelurahan Kedungwuni Timur, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Berdasarkan rekaman CCTV, pelaku datang dari arah Selatan menggunakan sepeda motor Honda Vario berwarna hitam dengan pelat nomor yang diduga ditutup plastik. Pelaku yang mengenakan jaket kulit hitam dan masker itu masuk ke area halaman rumah korban dengan tenang.

Pelaku sempat memutar balik kendaraannya ke arah gerbang keluar. Begitu posisi siap melarikan diri, ia mengeluarkan pistol dan melepaskan satu kali tembakan ke arah atas plafon, lalu langsung tancap gas. Diduga karena gugup, tembakan itu meleset dan melintas di atas kepala korban.

Ahmad Muzakhim mengaku sempat berniat mengejar pelaku, namun mengurungkan niat karena khawatir pelaku masih membawa senjata api. "Saya tangan kosong, sementara dia bawa pistol. Akhirnya saya tidak jadi mengejar," ujarnya.

Ahmad Muzakhim yang juga dikenal sebagai aktivis dan tokoh masyarakat setempat mengaku tidak memiliki persoalan pribadi dengan siapa pun. Namun belakangan dirinya aktif mendampingi kasus penculikan seorang pedagang martabak yang masih ditangani Polda Jawa Tengah.


Ilustrasi Medcom.id

"Kalau ada kaitannya atau tidak, saya belum bisa memastikan. Wallahualam. Tapi fokus saya memang masih mendampingi kasus penculikan itu, yang menurut saya ada indikasi salah tangkap dan salah informasi," bebernya.

Sementara itu, istri korban yang merupakan anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah dari Fraksi PPP diketahui sedang menjalankan tugas di luar daerah saat kejadian berlangsung.

Pascakejadian, aparat kepolisian langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Sejumlah tim ahli, termasuk dukungan dari Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Bidang Laboratorium Forensik (Bid Labfor) Polda Jawa Tengah, diterjunkan ke lokasi.

Polisi menemukan bekas tembakan di plafon rumah dengan ketinggian sekitar 2,5 meter serta proyektil peluru berbahan timah berwarna perak sepanjang kurang lebih satu sentimeter di area garasi yang berjarak lebih dari 20 meter dari posisi pelaku.

Hingga kini, tim gabungan Inavis Polri dan Laboratorium Forensik masih melakukan pemeriksaan lanjutan guna memastikan jenis senjata yang digunakan serta memburu pelaku. Polisi juga terus menelusuri rekaman CCTV tambahan dan mengumpulkan keterangan saksi untuk mengungkap motif kejadian.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Whisnu M)