Menhub Ungkap Kronologi Kecelakaan Pesawat ATR 42-500 di Sulsel

21 January 2026 18:41

Proses penyelidikan kecelakaan pesawat ATR 42-500 milik PT Indonesia Air Transport yang jatuh di wilayah pegunungan Sulawesi Selatan masih terus berlangsung. menyatakan hingga saat ini kotak hitam (black box) pesawat belum berhasil ditemukan.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi  menyampaikan kronologis kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, pada Sabtu pagi, 17 Januari 2026.

Pesawat dioperasikan PT Indonesia Air Transport ini disewa Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk menjalankan misi pengawasan wilayah perairan di Indonesia.

Pesawat lepas landas dari Yogyakarta menuju Makassar dengan membawa total 10 orang. Tujuh orang merupakan awak pesawat, sementara tiga penumpang berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Menteri Perhubungan menjelaskan, saat mendekati Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar, pesawat terdeteksi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya. Air Traffic Control (ATC) Makassar kemudian memberikan arahan koreksi posisi dan instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur.

Namun, meski telah diberikan arahan, posisi pesawat justru semakin menjauh dari jalur yang ditentukan. Tak lama kemudian, komunikasi antara ATC dan pesawat terputus. ATC segera mendeklarasikan fase darurat.
 

Baca juga: Mengupas Sejarah Black Box , Benda Paling Dicari Setiap Kecelakaan Pesawat

Pasca hilang kontak, AirNav Indonesia bersama Basarnas, TNI, Polri, dan pemerintah daerah langsung membentuk crisis center. Operasi pencarian terpadu dimulai pada Minggu pagi dengan mengerahkan drone serta tim SAR gabungan ke kawasan pegunungan Bulusaraung.

Dalam operasi tersebut, tim SAR berhasil menemukan serpihan pesawat, disusul bagian badan pesawat serta korban jiwa. Hingga kini, proses evakuasi dan pencarian masih berlangsung sebab menghadapi kendala serius berupa cuaca ekstrem serta medan lokasi kecelakaan yang sangat terjal.

Sebanyak 1.200 personel SAR gabungan dikerahkan dan dibagi ke dalam empat sektor pencarian. Kepala Basarnas, Mochammad Syafii menegaskan operasi dilakukan secara terkoordinasi dengan mengutamakan keselamatan seluruh petugas di lapangan.

Terkait penyebab pasti kecelakaan, Kementerian Perhubungan menegaskan masih menunggu hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Investigasi belum dapat dilakukan secara menyeluruh karena black box pesawat belum ditemukan.

Pemerintah meminta masyarakat untuk menunggu hasil resmi penyelidikan KNKT guna mengetahui penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 tersebut. 

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)