27 June 2026 21:47
Sebuah gerakan kolektif yang inspiratif muncul dari warga di bantaran Sungai Winongo dan Gajahwong, Yogyakarta. Hanya dengan konsistensi mengumpulkan iuran sebesar Rp2.000 per hari, warga yang tergabung dalam Paguyuban Kalijawi berhasil mengubah wajah kawasan pemukiman mereka dengan merenovasi 165 rumah menjadi hunian layak huni dalam kurun waktu 20 bulan.
Inisiatif ini bukan tanpa alasan. Gerakan yang dimulai sejak 2012 ini lahir karena warga merasa kesulitan mengakses program bantuan perbaikan rumah dari pemerintah. Kendala utamanya adalah status kepemilikan tanah yang membuat mereka sering terabaikan dari bantuan formal.
Ketua Paguyuban Kalijawi, Ainun Murwani, menjelaskan bahwa solusi untuk masalah pemukiman harus dimulai dari unit terkecil, yaitu rumah. Untuk menyiasati keterbatasan dana, mereka menggunakan sistem yang sangat dekat dengan budaya masyarakat: arisan.
Gerakan ini melibatkan warga dari 14 kampung yang dibagi menjadi 15 kelompok. Melalui sistem arisan tabungan bergilir, dana kolektif diputar setiap dua bulan sekali untuk menentukan rumah mana yang akan mendapatkan giliran renovasi.
"Kami mencoba menggunakan sistem arisan karena itu yang paling disukai masyarakat, terutama ibu-ibu," ujar Ainun.
| Baca juga: Inspiratif! Wanita Ini Jadi Sarjana Teologi di Usia 72 Tahun |