Suhaida, lulus Sarjana Teologi di usia 72 tahun. Istimewa.
Inspiratif! Wanita Ini Jadi Sarjana Teologi di Usia 72 Tahun
Arga Sumantri • 12 June 2026 18:44
Jakarta: Semangat menuntut ilmu tidak mengenal usia. Hal inilah yang dibuktikan oleh Suhaida, warga Batam yang berhasil menyelesaikan pendidikan Strata 1 (S1) Teologi di Sekolah Tinggi Teologi (STT) IKAT Jakarta dan mengikuti prosesi wisuda pada usia 72 tahun.
Sosok Suhaida dikenal sebagai pribadi yang aktif melayani dan berkontribusi di tengah masyarakat. Di usia yang tidak lagi muda, ia membuktikan bahwa semangat belajar dan pengabdian dapat terus bertumbuh sepanjang hayat.
Keputusannya untuk kembali menempuh pendidikan tinggi bukanlah untuk mengejar gelar semata, melainkan sebagai bentuk kesungguhannya dalam memperdalam pelayanan.
“Saya mau pelayanan saya punya dasar ilmu yang kuat. Saya percaya Tuhan masih kasih saya kesempatan belajar. Melayani Tuhan tidak ada pensiunnya," ungkap Suhaida, dikutip Jumat, 12 Juni 2026.
"Mata sudah gampang capek kalau baca buku tebal. Tapi saya coba pelan-pelan, dan dosen banyak membantu," ujarnya.
Namun seluruh perjuangan tersebut terbayar ketika ia dinyatakan lulus dan mengenakan toga wisuda. Momen tersebut menjadi pengalaman yang sangat berkesan dan penuh haru.
"Saya bersyukur sekali sampai tidak bisa bicara. Waktu dipakaikan toga, saya terharu. Ini bukan cuma ijazah, tapi doa yang akhirnya dijawab. Umur 72 tahun ternyata masih bisa dipakai Tuhan,” katanya.

Wisuda STT IKAT Jakarta. Istimewa.
Keberhasilannya tidak lepas dari dukungan keluarga, gereja, dan lingkungan kampus yang terus memberikan semangat selama masa perkuliahan. "Dosen-dosen STT IKAT juga sabar dan tidak membeda-bedakan umur," tuturnya.
Melalui kisahnya, Suhaida ingin memberikan pesan kepada generasi muda agar tidak menunda kuliah. Ia juga berpesan kalau tidak ada kata terlambat untuk mengejar pendidikan atau mewujudkan impian.
"Kalau saya bisa lulus umur 72 tahun, kalian juga pasti bisa mulai sekarang. Tua itu umur, semangat jangan ikut tua," pesan dia.
Bagi Suhaida, wisuda ini bukan sekadar pencapaian akademik, melainkan bukti bahwa kesempatan untuk belajar dan melayani tidak pernah dibatasi oleh usia.
"Wisuda di umur 72 tahun ini adalah bukti bahwa Tuhan tidak pernah berhenti memanggil kita," ungkap dia.
Kisah Suhaida menjadi inspirasi bahwa pendidikan adalah perjalanan seumur hidup. Selama masih ada kemauan untuk belajar, tidak ada kata terlambat untuk bertumbuh, berkarya, dan memberikan dampak bagi sesama.