5 Tradisi Ramadan yang Jarang Ditemui Lagi di Era Modern-Lensa Ramadan

2 March 2026 08:18

Jakarta: Bulan suci Ramadan selalu dinanti umat Muslim, termasuk di Indonesia. Selain menjadi waktu beribadah, Ramadan dahulu juga identik dengan tradisi khas yang meriah dan penuh kebersamaan.

Namun, seiring perkembangan zaman dan perubahan gaya hidup, beberapa tradisi mulai jarang ditemui atau bahkan hilang sama sekali.
 

 

?5 Tradisi Ramadan yang Jarang Ditemui

1. Mengisi Agenda di Buku Ramadan

Melansir laman resmi Kementerian Agama Kalimantan Selatan, Buku Monitoring Kegiatan Ramadan berisi catatan aktivitas siswa selama bulan suci, mulai dari pelaksanaan puasa, salat wajib, salat Tarawih, hingga tadarus Al-Qur’an.

Generasi terdahulu mungkin masih ingat momen “berburu” tanda tangan imam salat Tarawih sebagai bukti mengikuti ibadah. Buku ini kemudian dikumpulkan ke sekolah sebagai bentuk evaluasi dan pembiasaan ibadah selama Ramadan.

Seiring waktu, praktik ini mulai ditinggalkan dan kini jarang ditemui di sekolah-sekolah modern.

2. Pawai Obor

Tradisi pawai obor pernah menjadi salah satu kegiatan khas Ramadan di Indonesia. Berdasarkan tulisan Fathur Rozi dalam Jurnal Ilmu Komunikasi Progressio (2020), masyarakat Kota Pontianak telah lama menggelar pawai obor sebagai wujud suka cita menyambut Ramadan.

Penggunaan cahaya dalam tradisi Islam dikenal sejak zaman Rasulullah SAW, baik untuk penerangan malam maupun aktivitas keagamaan. Pawai obor di Indonesia kemudian berkembang menjadi simbol kebersamaan dan semangat ibadah di tengah masyarakat.

3. Membangunkan Sahur Keliling

Tradisi sahur keliling menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Indonesia. Generasi muda biasanya membangunkan warga sahur dengan menabuh kentongan, alat musik tradisional, atau bahkan memainkan nada dan lagu yang lebih modern.

Belakangan, tradisi ini umumnya hanya berlangsung satu hingga dua hari di awal Ramadan, sedangkan sisanya jarang terdengar.

4. Meriam Bambu

Meriam bambu terbuat dari batang bambu atau pipa paralon besar yang disusun berjajar di tepi sungai. Tradisi ini biasanya digelar saat ngabuburit dan menjadi bagian dari semarak Ramadan.

Namun, faktor keamanan dan perubahan gaya hidup membuat meriam bambu kini kian jarang dijumpai.
 

Tradisi-tradisi ini menunjukkan kekayaan budaya Ramadan di Indonesia, yang sayangnya mulai memudar seiring waktu. 

Menurut sobat MTVN Lens, tradisi apa saja di daerah kalian yang kini jarang dilakukan saat Ramadan?

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Adrian Bachtiar)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)