Jam Emas Produktif Saat Puasa, Ini Waktu Terbaik Menurut Ritme Tubuh-Tips Kesehatan

1 March 2026 11:30

Jakarta: Saat menjalani puasa, tubuh sering terasa lebih lemas dan mudah mengantuk. Perubahan pola hidup seperti bangun sekitar pukul 03.00 untuk sahur dan tidak mengonsumsi makanan hingga matahari terbenam membuat tubuh perlu waktu untuk beradaptasi.

Namun, Ramadan tidak seharusnya menjadi alasan untuk menurunkan produktivitas. Kuncinya adalah memahami bagaimana ritme tubuh bekerja selama berpuasa.

Tubuh tetap membutuhkan energi, nutrisi, dan cairan untuk menjaga keseimbangan. Saat puasa, metabolisme memang berubah. Meski begitu, tubuh memiliki mekanisme alami bernama homeostasis, yaitu kemampuan menjaga kestabilan kondisi internal meskipun terjadi perubahan dari luar.
 

 

Kapan Energi Tubuh Berada di Puncak?

Mengutip Mimika Muslim, secara umum, proses pencernaan makanan berlangsung sekitar delapan jam. Empat jam untuk mencerna dan empat jam untuk menyerap nutrisi.

Jika sahur selesai pukul 04.00, maka sekitar pukul 13.00 makanan telah sepenuhnya tercerna dan menjadi sumber energi optimal bagi tubuh. Artinya, waktu pagi hingga menjelang siang merupakan periode yang relatif paling ideal untuk melakukan aktivitas penting, berpikir strategis, atau menyelesaikan pekerjaan berat.

Inilah yang bisa disebut sebagai “jam emas” produktivitas saat puasa.

Setelah Energi Makanan Habis, Apa yang Terjadi?

Ketika energi dari makanan mulai habis, tubuh tidak langsung kehabisan tenaga. Tubuh akan memanfaatkan cadangan glikogen dan lemak sebagai sumber energi tambahan. Lemak akan dipecah menjadi glukosa untuk menjaga kestabilan energi.

Cadangan ini biasanya mampu menopang aktivitas selama 10–12 jam berikutnya. Jika simpanan lemak mulai menurun, tubuh dapat menggunakan protein dari otot sebagai sumber energi alternatif.

Karena itu, menjelang sore hari tubuh cenderung terasa lebih lelah dibandingkan pagi hari.

Mengapa Rasa Lapar Berkurang Seiring Waktu?

Pada awal menjalani puasa, rasa lapar biasanya terasa lebih kuat. Namun seiring berjalannya waktu, tubuh akan menyesuaikan diri dengan pola tersebut.

Selama berpuasa, sistem pencernaan seperti lambung dan usus juga mendapatkan waktu istirahat. Dalam kondisi tertentu, tubuh mengalami proses yang disebut autofagi, yaitu mekanisme pembersihan sel-sel lama atau rusak yang kemudian digantikan oleh sel baru.

Sejumlah studi menyebutkan bahwa puasa dapat memberikan manfaat kesehatan apabila dijalani dengan pola makan dan istirahat yang tepat.

Kunci Tetap Produktif Saat Puasa

Agar tetap optimal selama Ramadan, beberapa hal penting yang perlu diperhatikan antara lain:
  • Konsumsi sahur bergizi seimbang
  • Penuhi kebutuhan cairan saat berbuka hingga sahur
  • Manfaatkan pagi hingga menjelang siang untuk pekerjaan berat
  • Atur ulang jadwal kerja sesuai ritme energi
Dengan memahami pola energi tubuh, puasa bukanlah penghambat produktivitas. Justru, dengan manajemen waktu yang tepat, aktivitas tetap bisa berjalan maksimal sepanjang hari.

Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com. 

(Adrian Bachtiar)

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Zein Zahiratul Fauziyyah)