Kombinasi Modifikasi Cuaca dan Faktor Alami, Wilayah Karhutla Kalimantan Mulai Diguyur Hujan

11 September 2026 11:53

Jakarta: Sejumlah wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan mulai diguyur hujan  baru-baru ini. Terkini, hujan mengguyur Kabupaten Berau, Kalimantan Timur (Kaltim).

Deputi Bidang Klimatologi BMKG Ardhasena Sopaheluwakan angkat bicara menjelaskan fenomena itu. Menurut penjelasannya, hujan yang mulai turun di sejumlah wilayah Kalimantan merupakan hasil perpaduan antara Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dengan faktor alami. 

"Yang kemarin memang kombinasi dari keduanya ya. OMC juga sangat bergantung kepada potensi awan yang tumbuh di daerah tersebut," kata Ardhasena, dalam program Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 11 September 2026.
 



Saat ini, kata Ardhasena, Kalimantan bagian utara, baik itu di Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Utara (Kaltara), dan Kaltim bagian utara, sedang transisi menuju periode hujan. Terutama Kalbar bagian utara yang sudah mulai masuk ke periode hujan.

"Jadi ini kabar baiknya," kata Ardhasena.

Berbeda dengan Kalbar bagian selatan dan Kalteng bagian selatan. Hujan diprediksi baru turun pada Oktober 2026 di kedua wilayah itu. 

"Karena memang saat ini progresi dari monsun Asia juga belum masuk ya. Jadi di daerah tersebut juga saat ini kondisi atmosfernya masih cukup kering," ujarnya.

Menurut pengamatannya, jumlah titik hotspot karhutla sudah mulai berkurang semenjak hujan mengguyur sebagian wilayah Kalimantan. Namun, masih terlihat asap dari wilayah selatan karena masih ada titik hotspot. 

"Jadi secara bertahap, saat ini hotspot yang ada di Kalteng bagian utara dan Kalbar bagian utara itu sudah berkurang. Kita harapkan hotspot di bagian selatan bisa pada ke depannya," ucapnya.


(Gervin Nathaniel Purba)


Close Ads X
Close Ads X