BNPB: Modifikasi Cuaca Berhasil Picu Hujan di Kalimantan

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan. Foto: ANTARA/Tri Meilani Ameliya.

BNPB: Modifikasi Cuaca Berhasil Picu Hujan di Kalimantan

M. Iqbal Al Machmudi • 9 September 2026 10:56

Jakarta: Upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan. Pelaksanaan OMC pada Selasa, 8 September 2026, mendukung terjadinya hujan di sebagian wilayah Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah.

Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan beberapa titik di Kalimantan Barat sudah terjadi hujan. Dia memastikan tetap menerjunkan tim untuk memadamkan karhutla.

"Jadi sudah terjadi baik di Kalimantan Barat juga terjadi hujan," kata Berton, Rabu, 9 September 2026.

Di sisi lain, Berton mengatakan satgas darat sebanyak 1.408 orang terus bekerja memadamkan api di lahan 48 hektare lebih. Kemudian, satgas udara melakukan patroli, waterbombing, dan menjatuhkan air sebanyak 780.000 liter lebih dengan luas lahan yang berhasil dipadamkan sebesar 115 hektare.

Berton menjelaskan operasi modifikasi cuaca yang dilakukan berupa menyemaikan garam sebesar 3.000 kilogram dengan jam terbang atau jam operasi 6 jam lebih. 

"Ini berhasil memaksimalkan hujan turun di Kabupaten Tanah Bumbu, Hulu Sungai Ketengah, Hulu Sungai Selatan maupun Balangan," jelas Berton.

Hujan tersebut membantu proses pembasahan lahan dan mendukung pengendalian kebakaran di lapangan. Di Kalimantan Barat, hotspot high confidence pada pemantauan terakhir turun dari 31 menjadi 12 titik. 

Sementara di Kalimantan Tengah, hotspot meningkat dari 46 menjadi 63 titik. Sehingga, operasi dan kewaspadaan tetap diperkuat meskipun hujan telah turun di sebagian wilayah.

Perkembangan tersebut menunjukkan kondisi karhutla masih dinamis. Hujan membantu meningkatkan kelembapan dan pembasahan lahan, namun pada lokasi yang masih memiliki api aktif maupun bara bawah permukaan, terutama di lahan gambut, pemadaman, pembasahan, dan pendinginan tetap dilanjutkan untuk mencegah api kembali menyala.

Ilustrasi penanganan karhutla. Foto: Antara.

Manggala Agni Kementerian Kehutanan bersama TNI, Polri, BNPB, BMKG, BPBD, pemerintah daerah, masyarakat, dunia usaha, dan para pihak terus melakukan patroli, groundcheck, pemadaman langsung, penyekatan penjalaran api, mopping up, pendinginan, serta pemantauan lokasi yang berpotensi mengalami penyalaan kembali.

Selain operasi darat, sebanyak 53 unit armada udara disiagakan untuk mendukung pengendalian karhutla di enam provinsi prioritas, yakni Riau, Jambi, Sumatra Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Barat. Dari jumlah tersebut, 19 armada digunakan untuk patroli udara dan mendukung OMC dan 34 armada digunakan untuk operasi water bombing.

Pengerahan armada dilakukan berdasarkan perkembangan situasi, kondisi meteorologis, dan kebutuhan lapangan. Operasi udara diarahkan untuk mempercepat penanganan, menekan penjalaran api, dan mendukung operasi petugas di darat.

(Siti Yona Hukmana)