Karangan Bunga Dukungan untuk Polri Berderet di Polda Metro Jaya

10 July 2026 18:44

Karangan bunga berisi dukungan untuk Polri tampak berderet di depan gedung Ditreskrimsus di area Polda Metro Jaya. Dukungan ini muncul di tengah penyidikan tiga kasus dugaan korupsi yang tengah diselidiki oleh Kortas Tipikor Polri bersama dengan Polda Metro Jaya.

Dikutip dari program Headline News Metro TV, Jumat, 10 Juli 2026, karangan bunga di depan gedung Ditreskrimsus Polda Metro Jaya berisi pesan dukungan agar Polri tetap tegas mengusut kasus dugaan korupsi terkait dengan pengadaan batu bara yang menyangkut tiga perusahaan pelat merah.

Isi pesan berisi dorongan agar proses penegakan hukum terus dijalankan seperti 'Jangan mundur, rakyat bersama dengan Polri'. Juga ada karangan bunga berisi pesan 'Presiden Prabowo Subianto bersama dengan Polri'. 

Dukungan ini juga muncul setelah penyidik gabungan Polri melakukan rangkaian penggeledahan di 13 lokasi terkait dengan penanganan tiga kasus dugaan korupsi.

Kasus ini diduga melibatkan satu perusahaan energi pelat merah dan juga dua perusahaan pelat merah dimana dalam periode itungan tahunnya dari 2020 hingga 2025. Kabid Humas Polda Metro Jaya mengatakan ditemukan brankas di lantai dua kafe yang terselubung di balik sebuah lemari. 

Ditemukan sejumlah dokumen dan juga penyimpanan uang dalam mata uang dolar Singapura dan juga dolar Amerika Serikat. Penyidik menemukan Rp60 miliar di sebuah brankas di lantai dua sebuah kafe di kawasan Cipete, Jakarta Selatan dan juga penemuan dokumen serta smembawa tiga pegawai kafe untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Penyidik juga menemukan 71 item barang dengan 16 jenis mata uang asing senilai sekitar Rp7,2 miliar di sebuah kantor money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan. Penyidik menyita sejumlah uang tunai dan juga emas batangan seberat 74 kilogram senilai Rp476 miliar dari penggeledahan sebuah rumah di kawasan Parahyangan Golf 2, Sentul Bogor, Jawa Barat. Bukti tersebut ditemukan dalam sebuah berangkas yang terkunci di dalam rumah.

Kemudian ada sekitar USD4,7 juta, kemudian juga ada SGD14 juta, dan juga ada Rp100 juta dengan estimasi total dalam rupiah senilai Rp476 miliar. Di lokasi tersebut penyidik juga menyita sejumlah dokumen dan juga handphone. Selain itu juga ada ditemukan foto keluarga yang diduga adalah pemilik dari rumah tersebut. 

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X