Mengenal ITS Giuseppe Garibaldi, Kapal Induk Pertama Indonesia

20 September 2026 09:01

Jakarta: Kapal induk ringan ITS Giuseppe Garibaldi yang masih berbendera Italia sudah tiba di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta Utara, Jumat, 18 September 2026. Kapal ini selanjutnya akan berganti bendera menjadi Indonesia dan resmi menyandang nama KRI Sriwijaya. Kedatangan Garibaldi di Tanjung Priuk menandai dimulainya proses pengalihan kapal dari Angkatan Laut Italia menjadi bagian dari TNI Angkatan Laut.

Sejarah Kapal Giuseppe Garibaldi


Dirancang oleh galangan Fincantieri dan resmi beroperasi sejak 1985, Giuseppe Garibaldi dicatatkan sebagai kapal induk pertama milik Angkatan Laut Italia setelah Perang Dunia II. Kapal berkapasitas 12.000 ton dan panjang 190 meter ini mampu melaju hingga kecepatan 30 knot atau 25 km per jam. 

Dengan panjang landasan 170 meter, kapal ini menggunakan landasan pop up atau sky jam 4 derajat sehingga bisa dipakai untuk lepas landas dan mendaratnya pesawat helikopter hingga pesawat tempur khusus.

Persenjataan, fasilitas, dan kapasitas


Sebagai benteng pertahanan, kapal ini juga dilengkapi peluru kendali, meriam penembak cepat, dan peluncur torpedo anti kapal selam. 

Sementara fasilitasnya meliputi dek penerbangan dengan ski-jump 6,5 derajat, radar pencari, sonar, dan system pertahanan antitorpedo/ECM.

Garibaldi mampu menampung 18 unit pesawat (kombinasi jet tempur AV-8B Harrier II dan helicopter ASW/SAR).

Sebelum tiba di Jakarta, Garibaldi menempuh perjalanan  jauh dari basisnya di Taranto, Italia, melintasi Laut Merah dan Selat Melaka. Menjelang tiba di Indonesia, kapal ini dikawal dua kapal perang TNI Angkatan Laut yakni KRI Brawijaya dan KRI Prabu Siliwangi. Acara pergantian bendera dan pemberian nama baru dijadwalkan berlangsung pada 24 September mendatang.  Bendera Italia akan diturunkan dan diganti dengan bendera Merah Putih sekaligus resmi berubah nama menjadi KRI Sriwijaya.

Sumber: Redaksi Metro TV

(Wijokongko)


Close Ads X
Close Ads X