18 September 2026 10:01
Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya kembali mengaktifkan layanan ruang oksigen di 11 puskesmas guna mengantisipasi lonjakan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Peningkatan kasus ISPA terus terjadi dalam sepekan terakhir sehingga mendorong warga berdatangan ke fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk mengecek kondisi kesehatan mereka. Salah satu fasilitas kesehatan yang menyiagakan layanan ini adalah UPTD Puskesmas Menteng, Kota Palangka Raya, yang beroperasi selama 24 jam.
Kepala UPTD Puskesmas Menteng Didiek menjelaskan bahwa ruang oksigen disiapkan lengkap dengan fasilitas pendukung serta tenaga medis.
"Selama kabut asap karhutla ini, semua puskesmas kami di wilayah Kota Palangka Raya, ada 11 puskesmas, ini membuka ruang oksigen, khususnya di Puskesmas Menteng ini memberikan layanan 24 jam bagi masyarakat dengan keluhan batuk, pilek, demam, dan juga disertai sesak napas," kata Didiek dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Jumat, 18 September 2026.
Ia menambahkan bahwa setiap pasien yang datang akan langsung menjalani pemeriksaan saturasi oksigen oleh tim dokter. Penanganan pemberian oksigen akan segera dilakukan jika saturasi oksigen pasien berada di bawah batas aman.
"Pertama-tama ketika pasien datang, kita lakukan pemeriksaan. Biasanya tim dokter kesehatan melakukan pemeriksaan saturasi oksigen. Nah nanti kalau memang saturasi oksigennya di bawah dari 90, langsung diberikan penanganan oksigen," ujar Didiek.
Berdasarkan data UPTD Puskesmas Menteng, tren kenaikan kasus ISPA sudah terlihat sejak Juli. Pada Agustus, tercatat sekitar 500 kasus ISPA di puskesmas tersebut, sedangkan pada awal bulan ini jumlahnya sudah mencapai sekitar 140 kasus.
Menghadapi paparan kabut asap yang masih berlangsung, pihak puskesmas mengimbau warga untuk membatasi aktivitas di luar ruangan dan selalu menggunakan masker.
"Kepada seluruh masyarakat agar senantiasa menjaga kesehatannya dan selalu menggunakan masker ketika keluar rumah. Dan imbauannya memang jikalau tidak diperlukan sama sekali, ya lebih baik di dalam rumah," imbau Didiek.