TNI Kejar Pelaku Pembunuhan Sopir Travel Aris Sanda di Papua Pegunungan

19 September 2026 20:39

Jakarta: TNI masih melakukan pengejaran terhadap pelaku pembunuhan sopir travel Aris Sanda di Papua Pegunungan. 

“Dilaksanakan penguatan pengamanan masyarakat maupun pengejaran terhadap pelaku,” kata Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas, dikutip dari tayangan Metro Hari Ini Metro TV, Sabtu 19 September 2026.

Selain memperketat pengamanan, Nas menegaskan TNI berupaya menjaga keutuhan masyarakat Papua agar tidak terpecah belah oleh kelompok separatis yang berupaya memisahkan diri dari NKRI.

“TNI selalu komit melaksanakan tugas pertahanan negara, komit mengamankan setiap jengkal tanah kita jangan sampai ada yang ingin keluar dari NKRI, itu nggak benar,” ujarnya.

Ia menambahkan TNI siap berada di garis depan dalam menjalankan tugas yang diberikan pemerintah.

“Apa pemerintah kami laksanakan, TNI siap selalu paling depan,” kata Muhammad Nas.

Komando Operasi Habema TNI menyebut Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kelompok Kodap III Ndugama sebagai pelaku kekerasan terhadap seorang sopir bernama Aris Sanda yang ditemukan meninggal dunia bersama kendaraannya yang terbakar di kawasan Danau Habema, Papua Pegunungan.

Kepala Penerangan Koops TNI Habema Letkol Inf. Wirya Arthadiguna mengatakan peristiwa tersebut bermula ketika korban membawa penumpang melalui jalur Wamena menuju Mbua pada Selasa, 15 September 2026, sekitar pukul 06.00 WIT.

"Seorang pengemudi atas nama Aris Sanda alias Bapak Tasya, asal Toraja, dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan oleh kelompok bersenjata OPM Kodap III Ndugama yang mengakibatkan korban meninggal dunia," kata Wirya.

Wirya menjelaskan Aris saat itu membawa sejumlah penumpang menggunakan mobil bak terbuka sebelum kendaraannya dicegat kelompok bersenjata di tengah perjalanan. "Kelompok tersebut kemudian melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi dan penumpang," ungkap Wirya.

Setelah pemeriksaan, para penumpang diminta kembali ke Wamena, sedangkan Aris ditahan dan dibawa kelompok tersebut berjalan ke arah Danau Habema. Setelah menerima laporan kejadian tersebut, personel Koops TNI Habema melakukan pencarian dan penyisiran di sekitar lokasi pada Rabu, 16 September 2026.

Tim kemudian menemukan satu unit kendaraan dalam kondisi terbakar beserta jenazah Aris. Personel selanjutnya mengevakuasi jenazah korban dengan menerapkan prosedur pengamanan.

Menurut Wirya, penyebab pasti kematian Aris masih dalam penyelidikan. Koops TNI Habema menyatakan akan mengejar pihak yang diduga terlibat serta memperkuat pengamanan di wilayah tersebut.

"Koops TNI Habema akan terus melakukan upaya penanganan terhadap kelompok bersenjata yang terlibat, termasuk melaksanakan pengejaran dan mendukung proses penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku, guna mencegah jatuhnya korban berikutnya serta memberikan rasa aman kepada masyarakat," ujar Wirya.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X