Cerita Korban Selamat KM Virgo Transport 8: Terombang-ambing di Laut Selama 9 Jam

15 September 2026 10:24

Tanpa tiupan alarm peringatan darurat, para penumpang KM Virgo Transport 8 harus berjuang menyelamatkan diri saat kapal mulai miring dan tenggelam di perairan laut. Salah seorang korban selamat, Salahudin, membagikan kesaksian pilu mengenai detik-detik mencekam musibah tersebut hingga keberhasilannya bertahan hidup di tengah lautan.

Dalam tayangan Selamat Pagi Indonesia Metro TV, Selasa, 15 September 2026, Salahudin menceritakan bahwa potensi bahaya sudah terasa sejak malam hari. Saat terbangun sekitar pukul 23.00 WITA, ia mendengar suara benturan keras di kapal, yang kembali terulang sekitar pukul 00.00 WITA. Puncak kepanikan terjadi sekitar pukul 02.30 atau 03.00 WITA ketika posisi kapal mendadak miring secara drastis.

Ia menegaskan bahwa tidak ada alarm peringatan darurat yang berbunyi dari sistem kapal. Peringatan justru datang dari sesama penumpang di luar kabin yang terjaga, berteriak meminta penumpang lain yang sedang tidur untuk segera bangun, mengambil jaket pelampung, dan keluar ruangan.
 



Kondisi di dalam ruangan kapal semakin kacau karena penumpang tidur di lantai biasa tanpa fasilitas ranjang. Saat kapal miring, barang-barang berjatuhan hingga Salahudin sendiri hampir tertimpa lemari. Meskipun jaket pelampung tersedia, para penumpang harus berebut menyelamatkan diri masing-masing di tengah kegelapan dan kemiringan kapal.

Setelah kapal tenggelam, Salahudin terombang-ambing di tengah laut selama 8 hingga 9 jam. Di tengah kepasrahan, ia terus berdoa memohon keajaiban agar dapat bertahan hidup bersama para penumpang lainnya. Perjuangan tersebut membuah hasil ketika sebuah kapal pengangkut batu bara melintas dan mengangkutnya dari lautan.

Saat ini, lebih dari 50 korban selamat diinapkan sementara di Hotel Karisma, Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Mereka telah berada di hotel tersebut selama dua hari dan masih menunggu kepastian jadwal kepulangan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan, sekaligus berharap mendapatkan akses komunikasi yang memadai dengan pihak keluarga.

Berdasarkan pembaruan data Basarnas, sebanyak 114 korban telah ditemukan, dengan 88 orang di antaranya telah dievakuasi ke Banjarmasin, dan dua meninggal dunia. Sementara itu, 129 orang lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan.

(Firny Firlandini Budi)


Close Ads X
Close Ads X