5 March 2026 23:58
Kisah keteladanan sahabat Nabi Muhammad SAW, Abdurrahman bin Auf, kembali menjadi pengingat penting tentang hakikat harta dan empati bagi umat Muslim. Ustaz Das'ad Latif menguraikan bagaimana sosok saudagar kaya ini justru merasa khawatir jika kekayaan duniawi menghambat perjalanannya di akhirat.
Kisah Abdurrahman bin Auf dimulai saat ia melakukan hijrah dari Makkah ke Madinah sebagai kaum Muhajirin. Setibanya di Madinah, ia disambut hangat oleh kaum Anshar yang menawarkan tempat tinggal hingga berbagi harta kekayaan. Namun, dengan rendah hati Abdurrahman menolak tawaran tersebut dan hanya meminta satu hal yakni jalan menuju pasar.
Berawal dari usaha kecil di pasar Madinah, kegigihan Abdurrahman membuahkan hasil hingga ia menjadi salah satu pedagang paling sukses pada masanya.
Keberhasilan materi tidak lantas membuat hati Abdurrahman tertutup. Dikisahkan, suatu ketika saat ia hendak menyantap makanan yang lezat, air matanya menetes. Hal ini dipicu oleh ingatannya terhadap perjuangan Rasulullah SAW yang seringkali harus menahan lapar selama berjam-jam karena tidak memiliki makanan untuk dimakan.
| Baca juga: Begini Sejarah Diturunkannya Perintah Puasa dalam Islam-Lensa Ramadan |