Perusahaan mainan ikonik asal Denmark, Lego, mencuri perhatian dalam ajang Consumer Electronics Show (CES) 2026 di Las Vegas. Lego secara resmi memperkenalkan teknologi Smart Bricks, sebuah inovasi yang memungkinkan balok-balok mainan menjadi 'hidup' dan berinteraksi langsung dengan anak-anak.
Melalui platform terbarunya yang diberi nama Smart Play, Lego memadukan kreativitas menyusun balok tradisional dengan teknologi sensor canggih untuk menciptakan pengalaman bermain yang interaktif.
Balok pintar ini dilengkapi dengan sensor yang mampu mengidentifikasi cahaya serta jarak. Saat anak-anak menyusun atau menggerakkan balok, mainan tersebut akan memberikan respons instan berupa suara maupun cahaya.
Teknologi ini dirancang sebagai dimensi baru untuk bermain. Di mana setiap gerakan tangan anak akan menghasilkan reaksi langsung dari mainan mereka. Lego menegaskan bahwa ini bukanlah pengganti cara bermain tradisional, melainkan lapisan tambahan untuk meningkatkan kreativitas.
Kehadiran Smart Brick ini juga disertai dengan kerja sama terbaru bersama franchise Star Wars. Dengan sensor jarak dan suara yang tertanam pada Smart Bricks, pengguna kini dapat menciptakan simulasi pertempuran luar angkasa hingga duel light saber yang interaktif di dunia nyata.
Selain pada balok standar, Lego juga menerapkan teknologi ini pada tag khusus dan minifigur untuk menciptakan ekosistem bermain yang lebih hidup.
Inovasi ini merupakan hasil riset mendalam Lego terhadap keinginan anak-anak di era digital. Langkah strategis ini menunjukkan ambisi besar Lego untuk tetap relevan di tengah maraknya penggunaan gadget dengan mengubah mainan fisik menjadi perangkat pintar yang edukatif.