Menlu Sugiono Ungkap Strategi Diplomasi RI Hadapi Hadapi Gejolak Geopolitik Global

15 January 2026 15:48

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, memberikan peringatan keras mengenai kondisi geopolitik global saat ini. Dalam Taklimat Pers Awal Tahun 2026, ia menyebut dunia tengah berada dalam 'ruang abu-abu' yang berbahaya, karena hukum internasional dan norma global kian terpinggirkan.

Menurut Menlu Sugiono, kondisi ini dipicu tatanan dunia yang selama puluhan tahun menjadi fondasi hubungan antarnegara kini semakin rapuh. Pelanggaran hukum internasional kini sering terjadi tanpa adanya konsekuensi tegas, sehingga batas antara kondisi damai dan konflik menjadi kabur.

Sugiono menjelaskan bahwa situasi 'ruang abu-abu' ini muncul akibat melemahnya multilateralisme yang mulai digantikan oleh logika kekuatan. Hal ini menyebabkan terkikisnya kepercayaan terhadap sistem global dan memicu ketidakpastian di berbagai kawasan dunia.

Menghadapi tantangan tersebut, Indonesia menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Namun, Sugiono menekankan bahwa diplomasi Indonesia ke depan harus dibangun di atas kesiapsiagaan, kewaspadaan, dan realisme.
 

Baca juga: Strategi Multilateral Indonesia Perlu Arah Kepentingan Nasional yang Lebih Tegas

Indonesia harus mampu menentukan arahnya sendiri agar tidak hanya menjadi objek dalam pertarungan kekuatan global. Menlu Sugiono menggarisbawahi pentingnya ketahanan nasional yang bersifat dinamis karena ancaman saat ini tidak lagi datang dalam bentuk tunggal.

"Pertanyaannya bukan lagi berpihak ke mana, melainkan bagaimana memperkuat ketahanan nasional dan mampu menentukan arah sendiri. Dalam situasi ini negara yang tidak punya strategi akan terseret, dan negara yang tidak punya ketahanan akan menjadi objek. Indonesia tidak boleh berada di posisi itu," ujar Menlu Sugiono.

Meski dunia semakin keras, Indonesia berkomitmen mendorong penyelesaian konflik secara damai, menjaga hukum internasional, serta memperkuat diplomasi sebagai sarana meredakan ketegangan global.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Anggie Meidyana)