Trauma Healing Kembalikan Semangat Korban Gempa Flores

28 August 2026 19:52

Manggarai Timur: Gempa bumi yang mengguncang tanah Flores meninggalkan trauma mendalam tidak hanya bagi orang dewasa, tetapi juga anak-anak. Untuk memulihkan kondisi psikologis tersebut, trauma healing menjadi cara untuk memberikan dukungan emosional serta menumbuhkan semangat pascagempa. 

Tim Psikologi Polres Manggarai rutin menggelar kegiatan trauma healing bagi anak-anak pengungsi setiap hari. Kapolres Manggarai Timur, AKBP Haryanto, menjelaskan bahwa trauma healing menjadi langkah penting untuk menghapus kecemasan berlebih, terutama bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.

Anak-anak diberikan dukungan emosional, perhatian, dan motivasi agar tetap semangat dan memiliki kepercayaan diri dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 

"Dengan dilaksanakannya trauma healing ini, kita berharap supaya anak-anak ini bisa menghilangkan kecemasan atau trauma akibat adanya gempa yang kemarin, yang rumahnya pada retak, rumahnya pada rusak, khususnya yang terdampak sangat parah yaitu di Kecamatan Lamba Leda Utara," ujar Haryanto dalam tayangan Prioritas Indonesia Metro TV, Jumat 28 Agustus 2026. 

Lebih lanjut, AKBP Haryanto menyebutkan adanya kolaborasi lintas unsur untuk menjangkau lebih banyak anak-anak di titik pengungsian.

"Yang terlibat dalam tim trauma healing yaitu ada tiga personel dari Mabes Polri, kemudian ada enam personel dari Polres Manggarai Timur, dan juga dibantu oleh adik-adik dari mahasiswa," ungkapnya. 

Anak-anak pun mengikuti kegiatan trauma healing dengan antusias. Salah seorang orang tua dari anak yang ikut serta menyebut, dirinya bersyukur kegiatan trauma healing dilakukan karena bisa mengurangi rasa cemas pada anaknya.

"Pandangannya untuk sangat bagus Ibu untuk anak-anak supaya rasa ininya mereka supaya berkurang, rasa cemas, takutnya mereka. Dengan adanya ini, mereka supaya bisa terhibur sedikit," ungkapnya. 

Program trauma healing ini merupakan salah satu wujud kepedulian negara terhadap masyarakat terdampak bencana melalui pendekatan yang humanis agar anak-anak kembali ceria dan merasa aman.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X