28 August 2026 17:28
Gempa bumi yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menyisakan cerita kelam bagi sejumlah pedagang di Pasar Mbongawani, Kabupaten Ende. Kencangnya gempa dengan magnitudo 7,7 membuat mereka meninggalkan sejumlah barang dagangan mereka untuk menyelematkan diri.
Mama Fajar, misalnya. Dia bercerita saat gempa terjadi langsung meninggalkan barang dagangan di lapaknya. Mama Fajar khawatir pasar akan runtuh.
"Kami tinggalkan dagangan kami. Kami takut dengan keadaan pasar takut runtuh. Kami pulang," ujar Mama Fajar, dikutip dari tayangan Metro Siang Metro TV, Jumat, 28 Agustus 2026.
Mama Fajar juga bercerita, bahwa pada hari pertama hingga hari ketiga pascagempa, ia terpaksa meninggalkan jualannya begitu saja karena takut dengan gempa susulan yang terus terjadi. Akibatnya, banyak sayuran membusuk.
"Sayur-sayur kami busuk semua. Jadi kami ini tidak bisa stok. Hari pertama dan kedua, ini wortel, buncis kan tidak bisa bertahan. Jadi busuk," tutur Mama Fajar.