12 Hari di Pengungsian, Warga Pesisir Sikka Mulai Kembali ke Rumah

27 August 2026 10:48

Memasuki hari ke-12 pascagempa yang mengguncang Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), sebagian warga yang mengungsi di Lapangan Gelora Samador, Kabupaten Sikka, mulai memilih untuk kembali ke rumah masing-masing.

Mayoritas warga yang pulang secara mandiri ini merupakan penduduk kawasan pesisir asal Desa Wuring Laut, sebuah desa yang rumah penduduknya dibangun di atas permukaan laut. Secara fisik, tidak ada rumah warga yang runtuh di desa tersebut, melainkan hanya mengalami retak-retak di beberapa bagian.

Meski memilih pulang, trauma mendalam masih menghantui warga. Sehari sebelumnya, wilayah tersebut masih diguncang gempa susulan bermagnitudo 5,0 yang berpusat di Nagekeo dan getarannya terasa kuat hingga ke Maumere, Ende, dan Bajawa.
 


Andiwati, salah seorang warga Desa Wuring Laut, menceritakan bahwa guncangan gempa susulan tersebut sempat membuat warga panik dan nyaris kembali lagi ke lokasi pengungsian.

"Rasa trauma itu pasti ada sampai sekarang karena tadi malam bergetar lagi. Magnitudo 5,0 itu besar, kami sebenarnya sudah berinisiatif mau mengungsi lagi, tapi akhirnya tidak jadi," kata Andiwati dikutip dari Selamat Pagi Indonesia, Metro TV, Kamis 27 Agustus 2026. 

Tuntutan Ekonomi Jadi Alasan Utama

Meski pemerintah baru menjadwalkan kepulangan pengungsi pada 28 Agustus, Andiwati dan sejumlah warga lainnya memilih pulang lebih awal pada tanggal 26. Selain karena adanya imbauan BMKG bahwa kondisi mulai kondusif, faktor utama kepulangan mereka adalah desakan kebutuhan ekonomi.

Mayoritas suami di desa tersebut berprofesi sebagai nelayan yang harus segera melaut setelah sempat berhenti total akibat ketakutan akan ancaman tsunami.

"Suami juga kan harus mencari nafkah, tidak mungkin harus stay 24 jam di Gelora (Samador), nanti kita makan apa. Soal makanan mungkin bisa disediakan pemerintah, tapi kalau untuk keuangan kan tidak," ucap Andiwati.

Ke depannya, para warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan bantuan yang lebih merata kepada seluruh korban terdampak, baik yang berada di posko terpusat maupun yang mengungsi secara mandiri di rumah atau di atas kapal.

(Sofia Zakiah)


Close Ads X
Close Ads X