Hari Santri Nasional 2026, Menag Pastikan Lingkungan Pesantren Aman dan Nyaman

22 October 2026 13:18

Jakarta: Menteri Agama Nasaruddin Umar memastikan penguatan lingkungan pesantren agar menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santri. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan kelembagaan dan layanan pesantren, termasuk program ‘Safe Santri’ yang disiapkan Kementerian Agama (Kemenag).

Nasaruddin mengatakan, Hari Santri Nasional menjadi momentum untuk mengingat kembali perjuangan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Ia menyinggung Resolusi Jihad yang menegaskan kewajiban setiap individu untuk membela tanah air.

“Inti Resolusi Jihad itu, menekankan bahwa membela tanah air itu adalah fardu ain. Jadi setiap individu, dengan segala kapasitasnya masing-masing, wajib untuk mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Nasaruddin dalam tayangan Metro Siang Metro TV, Kamis, 22 Oktober 2026.

Selain menguatkan nilai-nilai perjuangan santri, Kemenag menyiapkan program ‘Safe Santri’ untuk mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang aman. Program ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari tokoh masyarakat, pemerintah, hingga pemengaruh.

Direktur Jenderal Pesantren Kemenag Basnang Said mengatakan, program ‘Safe Santri’ akan dilengkapi kelompok kerja dan satuan tugas yang melibatkan sejumlah tokoh serta unsur negara, termasuk kepolisian dan kejaksaan.

“Akan ada satgas yang nanti satgas ini nanti terdiri sejumlah tokoh-tokoh, lalu kemudian perwakilan negara, tentu nanti ada dari kepolisian, ada dari kejaksaan, karena nanti kalau ada kasus-kasus tentu nanti dengan gampang untuk kemudian kita bawa ke ranah hukum,” ujarnya. 

Menurut Basnang, pelibatan berbagai pihak tersebut diharapkan mempermudah penanganan kasus yang terjadi di lingkungan pesantren, termasuk ketika harus dibawa ke ranah hukum.

Program ‘Safe Santri’ juga mencakup layanan konseling bagi santri serta upaya memastikan pengasuh pesantren terdaftar dan tersertifikasi. Langkah ini diharapkan mendukung pembentukan karakter santri sekaligus meningkatkan daya saing mereka menuju Indonesia Emas 2045.

Melalui penguatan tersebut, Kemenag berupaya mendorong pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu dan membentuk karakter, tetapi juga lingkungan yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi para santri.

(Reno Panggalih Nuha Lathifah)


Close Ads X
Close Ads X